Berita

RMOL

Nusantara

SMSI Rangkul Pers Mahasiswa Se-Indonesia

SABTU, 29 APRIL 2017 | 20:34 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Catatan sejarah memperlihatkan bahwa aktivitas pers di kalangan mahasiswa memainkan peranan yang sangat signifikan di Indonesia. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa pondasi kebangsaan Indonesia lahir dari upaya kaum intelektual muda di dekade awal abad 20 dalam merajut pengalaman kaum pribumi hidup dalam penindasan penjajah.

Demikian dikatakan sejarawan muda Wenri Wanhar ketika berbicara dalam Dies Natalis ke-5 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Marhaen, Universitas Bung Karno (UBK) di Auditorium Ir. Soekarno, Jalan Kimia, Jakarta, Sabtu sore (29/4).

"Pers mahasiswa tidak hanya berperan dalam pergantian era dari Orde Lama ke Orde Baru, juga peralihan dari Orde Baru ke Era Reformasi. Pers mahasiswa dan kaum intelektual muda sudah berperan jauh sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamasikan," jelas Wenri.


"Mereka yang merajut pengalaman bangsa pribumi hidup di alam penjajahan. Hampir semua, bahkan mungkin semua, founding fathers Indonesia adalah penulis, pewarta," kata dia lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Teguh Santosa yang juga menjadi pembicara dalam seminar bertema 'Independensi Pers dalam Kebhinnekaan' itu mengatakan bahwa pers nasional perlu merangkul pers mahasiswa yang setelah Era Reformasi terlihat gamang dan dilematis.

"Di era otoritarian pers mahasiswa berperan sebagai pers alternatif. Saat itu pers konvensional dapat dikatakan dikooptasi kekuasaan. Adapun pers mahasiswa dapat menyuarakan berbagai persoalan yang tidak bisa disuarakan pers konvensional ketika itu," ujar Teguh yang juga pernah menjadi aktivis pers mahasiswa saat kuliah di Universitas Padjadjaran, Bandung.

"Sementara sekarang, dari pembicaraan dengan kawan-kawan pers mahasiswa saya mendapat kesan pers mahasiswa seakan kehilangan orientasi. Padahal di sisi lain platform yang ada semakin banyak," tambahnya.

Teguh juga mengatakan bahwa organisasi perusahaan media yang dipimpinnya mendapat tugas dari penanggung jawab Hari Pers Nasional (HPN) 2018 untuk memfasilitasi aktivitas pers mahasiswa se-Indonesia selama penyelenggaraan HPN 2018 di Sumatera Barat.

"Kami akan mengundang tiga pers kampus dari setiap provinsi untuk terlibat dalam HPN 2018. Kawan-kawan pers mahasiswa akan ikut dalam pelayaran dari Tanjung Priok ke Teluk Bayur. Sepanjang perjalanan, diharapkan mereka dapat merumuskan agenda penting pers mahasiswa," jelas Teguh.

Kegiatan Dies Natalis LPM Marhaen dihadiri oleh sejumlah aktivis pers mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta, dan diramaikan dengan pertunjukan teater dan tari-tarian tradisional.

Pada bagian lain, Teguh juga merespon salah seorang peserta seminar yang khawatir verifikasi terhadap perusahaan media yang dilakukan Dewan Pers dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) adalah instrumen kekuasaan untuk memberangus kebebasan pers.

"Ini tidak sama dengan SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) di era yang lalu. Kalau dimaksudkan untuk membungkam kemerdekaan pers, pasti kita lawan. Tetapi ini adalah untuk melindungi hak publik untuk mendapatkan informasi dari lembaga-lembaga yang memiliki kompetensi dalam pemberitaan," katanya.

SMSI, sebut Teguh lagi, berdiri untuk membantu perusahaan media siber yang tersebar di Indonesia menjadi perusahaan pers yang profesional, kompeten, dan bermartabat.

"Bagaimanapun juga harus kita sadari bahwa kebebasan pers bukan hanya milik insan pers, tetapi juga milik masyarakat luas. Aktivis pers mahasiwa juga ikut menentukan kualitas kebebasan pers di masa depan," demikian Teguh. [wah] 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya