Berita

Politik

Indonesia Harus Memiliki Pemimpin Pemberani Seperti Singa

SENIN, 24 APRIL 2017 | 14:23 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Islamic Leadership Training masuk dalam rangkaian acara Future Leader Camp (FLC) 2017 hari kedua di Yogyakarta, Senin (24/4).

Salah satu cedekiawan muslim Indonesia, M. Jazir ASP hadir membawakan materi yang begitu relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, yakni 'Memahami Kepemimpinan Islam'. Ustaz Jazir menjelaskan materinya dengan pembawaan santai namun penuh kehangatan di depan 110 aktivis dari seluruh Indonesia.

Menurutnya kondisi Indonesia saat ini ibarat kondisi Arab pada zaman Rasulullah, di mana saat itu dunia sedang dikuasai oleh kekuatan besar Romawi dan Persia. Sedangkan kondisi saat ini, dunia sedang dikuasai oleh kekuatan besar Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok.


Rasulullah Muhammad SAW telah memberikan teladan sebagai pemimpin yang merdeka, dengan tegas Rasulullah tidak memihak salah satu kekuatan Persia maupun Romawi. Pemimpin Indonesia yang meneladani sikap Rasulullah seharusnya menjadi pemimpin merdeka dan tidak terpengaruh pada salah satu kekuatan tersebut.

"Indonesia harus memiliki pemimpin yang pemberani seperti singa, bukan pemimpin domba yang hanya menjadi pengikut," ucap Ustaz Jazir dengan penuh semangat seperti rilis humas Dompet Dhuafa saat lalu.

Ia menjelaskan bagaimana pemimpin Indonesia terdahulu seperti Bung Karno begitu memiliki prinsip yang kuat dalam menjalankan kepemimpinan di Indonesia. Salah satu bukti keteguhan prinsip Bung Karno terdapat pada pidato resminya yang menepis isu miring tentang Pancasila yang disebut sebagai Marxisme Indonesia. Bung Karno yang murka mendengar isu tersebut kemudian dengan tegas menjelaskan bahwa Pancasila tidak dipengaruhi paham manapun, sebab Pancasila murni mengandung nilai-nilai luhur asli Indonesia.

"Sikap tersebut jelas sekali menunjukkan bahwa Bung Karno mencerminkan sikap pemimpin yang merdeka," tegas Ustaz Jazir.

Namun Ustaz Jazir menyayangkan dengan kondisi kepemimpinan di Indonesia saat ini. Sebab dari berbagai fenomena yang terjadi, banyak pemimpin yang seolah abai terhadap aspek moralitas.

"Seakan tidak ada tempat bagi pemimpin bermoral di perpolitikan negeri ini," tandasnya.

Kemudian ia menjelaskan beberapa peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Di mana pemimpin yang seharusnya memiliki sikap tegas terhadap pihak yang melanggar hukum, justru seolah menjadi pelindung mereka.

Menurut Ustaz Jazir menambahkan, salah satu aspek yang terkadang terlupa oleh masyarakat Indonesia adalah tentang menyiapkan pemimpin di masa mendatang. Ia menjelaskan bahwa faktor keluarga merupakan hal yang sangat penting dalam upaya menyiapkan pemimpin yang merdeka. Keluarga muda yang idealis akan melahirkan generasi pemimpin idealis pula.

"Semoga selanjutnya Indonesia dapat mencetak generasi pemimpin merdeka yang punya prinsip dan tak mudah terpengaruh oleh hasutan pihak manapun," tutupnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya