Berita

Foto/RMOL

Politik

Media Online Belum Jadi Kepercayaan Masyarakat

SENIN, 17 APRIL 2017 | 15:50 WIB | LAPORAN:

. Era teknologi digital menjadikan media online menjamur tak terkendali. Secara tidak langsung hal itu membuat masyarakat mempertanyakan kebenaran dan validitas data di media online.

"Saya pernah melempar pertanyaan dalam sebuah survei, 'Apa saja media di Indonesia yang bisa dipercaya?' Ternyata media online belum dipercaya publik," ungkap pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio, Senin (17/4).

Hal itu disampaikan Hendri saat menjadi salah satu pembicara dalam diskusi bertema "Kekeliruan Kebebasan Kebablasan: Menyusun Disain Komunikasi Politik yang Sehat" di Jaya Suprana Institute, Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara.


Menurut Hendri, salah satu faktor kurangnya kepercayaan publik terhadap media online, karena jumlahnya yang menjamur. Apalagi, tidak terlalu sulit bagi siapa pun untuk membuat sebuah media online.

"Media online ini kan mudah dibuat. Didukung teknologi yang ada. Berita apa saja bisa dinaikkan," ungkap pengamat komunikasi politik itu.

Hendri menambahkan, media online perlu meningkatkan kredibilitas pemberitaannya. Sehingga, dapat memberi kepercayaan publik terhadap media online.

"Mungkin perlu ditingkatkan kemampuan jurnalistik yang bagus. Cover both side," pungkasnya.

Dalam diskusi tersebut, hadir juga narasumber lainnya. Yaitu, Eko Sulistyo dari Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan dan Jaya Suprana selaku salah satu penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Pada kesempatan itu, diskusi tersebut merupakan rangkaian acara deklarasi SMSI, sebuah organisasi perusahaan media online.

Ikut hadir calon kepengurusan SMSI perwakilan dari berbagai Provinsi di Indonesia. Dalam deklarasi organisasi yang diketuai Teguh Santosa itu, dihadiri juga sejumlah pemimpin redaksi media online nasional. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya