Berita

Politik

Tak Punya Tokoh, Wajar PSI Usung Jokowi Sebagai Capres 2019 Sejak Dini

SENIN, 17 APRIL 2017 | 01:46 WIB | LAPORAN:

RMOL.  Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai belum memiliki tokoh kuat yang layak untuk diusung pada Pemilihan Presiden mendatang.

Karena itu wajar kalau partai tersebut sejak dini sudah mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk maju kembali seperti disampaikan usai pengurus DPP PSI silaturahmi dengan Presiden Jokowi Kamis lalu.

"Karena 2019 Pilpres dan Pileg dilakukan serentak," jelas Peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes saat dihubungi (Minggu, 16/4).


Dukungan partai politik peserta Pemilu terhadap figur yang kuat seperti Jokowi akan berpengaruh positif terhadap perolehan suara partai tersebut di Pemilu Legislatif.

"PSI tentu tidak punya tokoh internal kuat dapat meningkatkan awarnes publik partai itu sehingga butuh tokoh kuat untuk mendapatkan perhatian publik di luar partai," ungkapnya.

Bahkan menurutnya dukungan awal partai politik kepada calon presiden akan terasa dalam beberapa saat mendatang. Ini merupakan konsekuensi atas pelaksanaan Pilpres dan Pileg serentak di Pemilu 2019. "Kalau tidak ada figur kuat di partainya maka ini akan jadi tren politik," ujarnya.

Bagi Jokowi, Arya mengatakan akan mendulang manfaat besar sebab dari sisi medium kampanye tentu akan menguntungkan sebab dikampanyekan banyak partai.

"Misalnya partai usung Jokowi memasang spanduk banyak bisa sosialisasi lebih awal. Dari sisi jangkauan akan lebih besar apalagi diusung banyak partai. Tidak usaha bagi Jokowi repot-repot untuk kampanye karena sudah dikampanyekan partai," ujarnya.

Arya memprediksi usai pilkada putaran ketiga tahun 2018 mendatang, masyarakat kembali akan disibukkan dengan pelaksanaan Pilpres 2019. "Ini akan menjadi perhatian publik," tandasnya.[zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya