Berita

Faozan Amar

Politik

Ada Tujuh Tantangan Dakwah Muhammadiyah Saat Ini

SENIN, 17 APRIL 2017 | 01:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Memasuki abad kedua dalam perjalanan Muhammadiyah, setidaknya ada tujuh tantangan yang hadapi organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912 tersebut.

Demikian disampaikan Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, Faozan Amar, saat berbicara dalam acara Tabligh Akbar Muhammadiyah se-Kabupaten Bandung di Masjid Besar Ciparay, (Minggu, 16/4).

Ketujuh tantangan tersebut adalah kemunduran militansi bermuhammadiyah; melemahnya solidaritas antarwarga Muhammadiyah; adanya ego sektoral dalam pengelolaan amal usaha; dan tarikan pada politik praktis.


Tiga tantangan lainnya adalah melemahnya gerakan dakwah; mencoba-coba ikut paham yang tidak sejalan dengan Muhammadiyah; dan terakhir menurunya penguasaan ilmu-ilmu agama.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Faozan menjelaskan, Muhammadiyah perlu merapatkan barisan dengan kuat. Hal ini sebagaimana diperintahkan Allah dalam surat Shaf ayat 4.

"Jika selama ini masih banyak pimpinan dan anggota Muhammadiyah sama-sama kerja, maka sekarang saatnya bekerja sama, bersinergi dan bergotong royong melaksanakan dakwah Amar Ma'ruf nahi munkar, sebagai bagian dari ibadah kita kepada Allah SWT," sambung Dosen Studi Islam UHAMKA ini.

Sementara itu Ketua PDM Kabupaten Bandung, H. Usep Sudrajat mengatakan Tabligh Akbar ini rutin dilaksanakan setiap bulan dengan berkeliling ke cabang dan ranting Muhammadiyah. Disamping untuk pencerahan ilmu dan agama, kata pengusaha agrobisnis ini, tujuannya juga sarana silaturahmi dan konsolidasi organisasi.

"Kami senang menjadi tuan rumah pengajian ini. Karena merupakan suatu kehormatan bisa melayani warga Muhammadiyah se-Kabupaten Bandung," timpal Ketua PCM Ciparay, Idan Darmawan. [zul]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya