Berita

Net

Politik

Tamasya Al Maidah Akan Melibatkan 100 Orang Per TPS

SENIN, 17 APRIL 2017 | 00:43 WIB | LAPORAN:

Koordinator Tamasya Almaidah, Ustad Ansufri Sambo mengungkapkan dalam gerakan kawal pilkada DKI Jakarta 19 April nanti, pihaknya akan mengerahkan 100 orang pada tiap TPS. Ia yakin bukan hal sulit bagi panitia untuk mengumpulkan banyak orang yang akan terlibat.

"Kita perkirakan satu TPS hingga 100 orang. Dan itu bukan hal sulit untuk kita koordinasi. Aksi 7 ribu umat aja bisa kok kita kumpulkan," ungkap Sambo kepada wartawan di masjid Al Ittihaad, Tebet, Jakarta, Minggu (16/4).

Ia meyakinkan bahwa gerakan tersebut hanyalah aksi wisata untuk memantau jalannya pilkada, jadi tidak ada hukum apa pun yang dilanggar.


"Kita menginginkan pilkada ini damai, jurdil dan kita akan memastikan bahwa itu terjadi," jelasnya.

Masyarakat yang turut serta, malam sebelum pemilihan akan menginap di masjid dekat TPS yang sudah ditentukan. Tepat pada 19 April waktu pencoblosan, masyarakat yang mayoritas merupakan alumni aksi 212 akan mulai mengawal di TPS.

"Tugasnya hanya memantau, potret-potret. Jaraknya ya sekitar 15 meteran dari TPS, hanya memantau dari luar. Sehingga jika terjadi kecurangan kita ada bukti juga banyak saksi untuk bisa naik ke Mk," lanjutnya.

Setelah selesai perhitungan, peserta tamasya Almaidah akan berkumpul di Masjid Istiqlal. "Semua berkumpul ke Istiqlal kita akan lakukan takbir kemenangan disitu," ujar Sambo.

Ia menambahkan, inisiatif tamasya Almaidah karena adanya kekurangpercayaan terhadap polisi dan petugas TPS yang berjaga. Ia bertujuan untuk menambah kekuatan penjagaan untuk meminimalisir kecurangan.

"Itu karena kemarin faktanya sudah banyak laporan-laporan dan tidak ditindak lanjuti. Kita mau terlibat kok. Kenapa kita yang disalahin? Justru Kalo ada yang curiga, jangan-jangan pihak yang curiga itu yang mau bikin kecurangan," pungkasnya. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya