Berita

Bambang Soesatyo/Net

Politik

DPR Desak Negara Lipat Gandakan Kekuatan Penegak Hukum

MINGGU, 16 APRIL 2017 | 19:29 WIB | LAPORAN:

Para aparat penegak hukum diimbau untuk berhati-hati dalam menjalankan tugas maupun dalam aktivitas sehari-hari. Pasalnya, aksi penyerangan terhadap aparat penegak hukum semakin marak.

"Sel-sel terorisme di dalam negeri sudah beberapa kali berupaya melancarkan serangan mematikan terhadap prajurit Polri yang sedang bertugas di lapangan. Setelah itu, giliran penyidik KPK jadi target serangan, yang diduga didalangi koruptor. Ada pula serangan dari sindikat pengedar narkoba," ucap Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo kepada wartawan, Minggu (16/4)

Politisi Partai Golkar ini kemudian menjabarkan sejumlah contoh penyerangan yang dilakukan kepada aparat penegak hukum. Seperti serangan dari sindikat narkoba, yang sudah tergambar dari perlawanan mereka saat penggerebekan di wilayah Berlan, Matraman, Jakarta Timur pada 18 Januari 2016. Dalam penggerebekan itu, dua anggota polisi dan satu orang informan tewas diserang sipil bersenjata.


Untuk serangan yang diduga dilakukan koruptor, sambungnya, terlihat dalam peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, Selasa pekan lalu. Serangan terhadap Novel ini terlihat sudah disiapkan dengan matang. Dalam informasi yang diterima Polisi, Novel sudah diintai seminggu sebelum penyerangan.

"Kasus penyerangan terhadap Novel itu harus ditanggapi sebagai penguat kesimpulan bahwa tidak hanya teroris dan bandar narkoba yang bisa mengancam dan mengintai prajurit polri. Oknum koruptor pun bisa menggunakan jasa pembunuh bayaran untuk membahayakan keselamatan para pimpinan dan penyidik KPK," kata Bambang.
 
Untuk mengamankan dan melindungi para penegak hukum, lanjutnya, negara harus memperbarui pendekatan terhadap ancaman ini. Sebab, modus kejahatan terus berevolusi.

Di banyak negara, termasuk Indonesia, banyak terungkap kasus kriminal berskala besar; dari kasus korupsi, bandar narkoba, penyelundupan produk manufaktur, hingga kasus perdagangan orang. Pelaku tindak pidana ini mulai didominasi penjahat kerah putih. Dengan kekuatan dana besar, para pelaku itu mampu mengorganisir perlawanan terhadap negara, dengan membidik para penegak hukum.

"Menyikapi kecenderungan itu, prinsip bahwa negara tidak boleh kalah harus dipegang teguh. Kini, cukup alasan bagi negara untuk melipatgandakan kekuatan penegak hukum, mulai dari aspek keahlian, peralatan, hingga daya jelajah. Eskalasi kekuatan itu menjadi keharusan karena para pelaku tindak pidana juga terus meningkatkan kemampuan mereka, termasuk kemampuan melakukan perlawanan terhadap penegak hukum," jelasnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya