Berita

Politik

Drama Gubernur-Gubernuran Jangan Terjadi di Pilkada DKI

MINGGU, 16 APRIL 2017 | 14:16 WIB | LAPORAN:

Situasi Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 yang mirip dengan Pemilihan Presiden 2014 berpotensi memunculkan drama "gubernur-gubernuran."

Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia Ray Rangkuti menjelaskan, hal itu bisa muncul lantaran adanya perbedaan hasil dari sejumlah lembaga survei, sehingga sangat mungkin ada pasangan calon yang akan bersikap seolah sudah pasti menang.

"Ini (gubernur-gubernuran) sangat mungkin terjadi, karena lembaga survei masing-masing memiliki hasil berbeda sehingga memunculkan respon berbeda juga. Belum lagi ketika hasil quick count nanti munculnya berbeda," kata dia di Jakarta, Minggu (16/4).

Dalam pemilihan Presiden 2014, kubu Prabowo Subianto-Hatta Radjasa sempat melakukan syukuran dan berkegiatan yang seolah sudah terpilih meski belum ada keputusan resmi. Orang-orang menyebut hal itu sebagai drama "presiden-presidenan."

Peristiwa ini dipicu oleh sejumlah perbedaan hasil quick count, antara yang memenangkan pasangan Prabowo-Hatta dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Gejala serupa kembali nampak saat ini, padahal waktu pencoblosan masih beberapa hari lagi. Program visi-misi pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sudah dijalankan dengan kondisi seolah mereka sebagai pemenang dalam pemilihan gubernur Jakarta.

"Sepertinya ini bagian dari strategi menguatkan dukungan dan meningkatkan kepercayaan diri di akhir masa kampanye," ujar Ray.

Kejadian seperti ini, menurut Ray, erat hubungannya dengan psikologi internal tim Anies-Sandi. Ada upaya untuk membangkitkan semangat yang mulai kendur, karena sejumlah hasil survei akhir-akhir ini menggambarkan kecenderungan tren naik di lawan.

Ray memperkirakan, drama-drama tersebut masih sangat mungkin berlanjut, terutama nanti ketika menyikapi hasil quick count. "Tapi sebaiknya memang tak perlu ada drama seperti itu, tunggu saja hasil resminya. Kalah dengan lapang dada itu jauh lebih bijaksana dan dewasa," kata dia. [sam]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya