Perayaan paskah umat kristiani masih berlanjut.
Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo mengingatkan bahwa perayaan paskah tidak hanya berarti bagi umat kristiani, namun juga dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
'Seperti pada simbol dari upacara paskah selalu ada lilin (berlambang) tahun. Maksudnya umat kristiani tidak hanya mengingat masa lampau tapi juga mengaktualkan pesan paskah," urai Uskup Suharyo saat konferensi pers di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Minggu (16/4).
Ia mengaku seringkali melihat tanda-tanda zaman yang aktual pada masyarakat Jakarta melalui media massa. Dalam analisisnya, ia mencontohkan kegaduhan poliik dalam kepemimpinan DPD RI yang belum lama ini terjadi, juga kasus megakorupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).
'Kalau kekuasaan yang saat itu direbutkan, saya duga kekuasaan itu hanya demi kekuasaan. Itu bertentangan dengan Pancasila kedua. Makanya dari tahun lalu hingga 2020, kami ingin mengajak seluruh umat mendalami, menghayati, dan mewujudkan Pancasila," bebernya.
Perayaan paskah hingga tahun 2020 mengangkat tema Amalkan Pancasila, dengan sub tema tahun ini adalah Makin Adil, Makin Beradab.
Umat Katolik, lanjut Uskup Suharyo, sungguh-sungguh yakin bahwa paskah bukan hanya kisah masa lampau tapi suatu keaktualan. Umat di paroki-paroki yang merupakan komunitas wilayah kecil mendoakan Pancasila, kemudian berusaha menghayati dan mewujudkannya.
'Apa yang harus kita lakukan agar makin adil makin beradab? Pertanyaan itu bisa dijawab oleh pemerintahan. Jawaban dari keuskupan stop korupsi. Warga biasa seperti saya tidak mungkin menyetop korupsi sebesar itu. Paling-paling yang bisa dilakukan mengajak untuk menghindari korupsi," imbuhnya.
Para Uskup menyerukan perubahan mental untuk mencegah perilaku koruptif. Sebab, perilaku koruptif bisa meniadakan keadilan yang sejati.
"Korupsi adalah kejatan yang merusak martabat manusia. Sulit diberantas karena sudah sedemikian mengguritanya. Pemberantasan harus dilakukan melalui gerakan bersama dalam sistem transparan, akuntabel, dan kredibel,' terangnya.
[wid]