Berita

Muhammad Zainul Majdi/Net

Politik

Geprindo: Steven Harus Dihukum Berat!

MINGGU, 16 APRIL 2017 | 13:32 WIB | LAPORAN:

Perkataan tidak etis Steven Hadisuryo Sulistyo (SHS), seorang warga keturunan, terhadap Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi merupakan bentuk kesombongan yang harus ditindak tegas secara hukum sekaligus ini peringatan bagi warga negara Indonesia asli untuk bersatu.

Kasus penghinaan terhadap pribumi bukan kali ini saja terjadi, bahkan Ketua MPR, Zulkifli Hasan pernah mengalami hal yang sama. Saat itu Gerakan Pribmui Indonesia (Geprindo) langsung melaporkan pelaku ke Polda Metro Jaya, Jumat (17/3/) lalu.

"Tindakan Steven benar-benar sangat kasar dan harus dihukum seberatnya," tegas Presiden Geprindo, Bastian P. Simanjuntak melalui siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (16/4).


Geprindo mengingatkan, etnis cina jangan memancing konflik massal. Arogansi Steven walaupun hanya oknum, namun dapat merepresentatifkan etnis cina lain di Indonesia.

GEprindo pun mendesak pemerintah dan parlemen segera membuat regulasi yang menjadikan pribumi sebagai tuan rumah di negerinya sendiri. Pemerintah harus mencegah peristiwa tahun 1963, 1973, dan 1998 terulang lagi.

"Cukup sudah pribumi terus dihina oleh etnis cina, bahkan tak tanggung-tanggung yang dihina mereka, para petinggi daerah dan negara," terangnya.

Geprindo, masih kata Bastian, menilai keberanian etnis cina menghina gubernur NTB dikarenakan pemerintah selama ini menganakemaskan mereka. Akibatnya etnis mereka seenaknya menghina, seolah tak akan ada hukum yang akan mampu menjangkaunya.

"Geprindo siap menggerakkan pribumi se-nusantara bila pemerintah cenderung tak peduli pada pribumi dan malah memihak etnis cina," tukasnya.[wid]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya