Berita

Novel Baswedan/Net

Politik

KPK Didesak Bentuk Tim Khusus Mengawal Penyidiknya

MINGGU, 16 APRIL 2017 | 11:44 WIB | LAPORAN:

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dirujuk ke Singapura untuk pengobatan wajahnya yang disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Dugaan sementara, aksi penyiraman itu terkait beberapa kasus besar yang sedang ditangani Novel Baswedan, seperti e-KTP yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 2,3 triliun dan melibatkan banyak aktor-aktor politik.

Koalisi Save KPK yang terdiri dari berbagai penggiat antikorupsi seperti ICW dan Madrasah Anti Korupsi (MAK) menyerukan aksi dukungan terhadap lembaga antirasuah tersebut.


Mereka mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera mengusut tuntas dan menemukan pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan. Apalagi sebelumnya Novel sempat beberapa kali memperoleh serangan.

"Kami meminta KPK juga membentuk tim khusus yang bertugas mengawal penyidik-penyidik KPK untuk mengawal perkara-perkata besar sehingga yang terjadi dengan Novel Baswedan tidak terjadi dengan penyidik lain," kata peneliti ICW Tibiko Zabar.

Mereka menggelar aksi berkostum superhero "impor" seperti Batman, Deadpool, Power Rangers sebagai simbol siap mengawal kinerja KPK dan dukungan penuh kepada KPK.

"KPK jangan takut, jangan gentar, karena kita sebagai penjaga KPK, Guardian KPK berada di belakang kalian," tegasnya.

Lewat aksi ini, Koalisi Save KPK mengajak publik untuk mengetahui bahwa teror yang dialami oleh Novel Baswedan bukan teror individu melainkan upaya untuk melemahkan KPK dalam pemberantasan korupsi.

"Ada orang-orang yang terusik ketika KPK bekerja.  Para penjaga dan masyarakat siap untuk menjaga KPK dalam bekerja memberantas korupsi," tukasnya.[wid]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya