Berita

Politik

Cagub Andalkan Isu SARA Pasti Bunuh Diri

MINGGU, 16 APRIL 2017 | 06:06 WIB | LAPORAN:

RMOL.  Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sudah memastikan komitmen pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno terhadap keberagaman.

"Saya tidak meragukan sedikitpun komitmen Anis-Sandi terhadap keberagaman, baik suku, ras, maupun agama," ujar anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, yang juga seorang aktivis gereja, Aristo Purboadji.

Menurut Aristo, isu SARA, sentimen primordial dan sektarian itu masa lalu. Artinya, sekelompok masyarakat yang masih mempermasalahkan hal-hal tersebut belum berhasil move on. Bangsa Indonesia, kata dia  harus melangkah maju dari masa lalu, dan menerima kenyataan masa depan. Pihak manapun yang mengandalkan elektabilitasnya menggunakan isu SARA pasti bunuh diri.


"Itu strategi yang pasti menuju kegagalan," ujarnya.

Aristo meyakini, Anies-Sandi punya komitmen untuk menjaga pluralitas.  Hanya minoritas warga Jakarta yang memilih berdasarkan isu primordial, menurut survei terakhir.

"Artinya mayoritas warga Jakarta sudah move on. Bahkan Prabowo merilis video yang dengan tegas mengatakan bahwa ia sendiri yang akan menurunkan Anies-Sandi jika keduanya tidak komit terhadap keberagaman," katanya.

Ia juga meyakni bahwa Anies-Sandi akan memerangi korupsi. Alasannya, paslon nomor tiga tersebut direkomendasikan oleh mantan dua anggota Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) yang reputasi integritas dan kejujujurannya luar biasa, yakni Bambang Widjajanto dan Adnan Pandu Praja.

"Kalau Anis-Sandi tidak Pancasilais, tidak komit terhadap keberagaman, dan
tidak anti-korupsi, saya pasti tidak akan mendukung mereka. Dan sekarang ini saya mendukung mereka, karena saya yakin mereka yang terbaik untuk Jakarta. Anies itu lulusan luar negeri di Amerika, yang jiwa pluralis nya tidak diragukan. Sandi itu anak PL (SMA di Panghudi Luhur), dan SMP di sekolah Kristen PSKD. Walaupun keduanya muslim, namun mereka jiwa pluralisnya sangat tidak diragukan," kata penulis buku 'Demokrasi Kuat, Mimpi Buruk Koruptor' itu.

Ia yakin, Anis-Sandi yang  juga punya pengalaman sekolah di luar negeri, dan pernah merasakan bagaimana rasanya jadi orang asing di negeri orang tidak akan membuat kaum minoritas menjadi terasing.

"Saya rasa mereka akan merangkul semua kalangan untuk menyatukan warga Jakarta," kata Aristo, mengakihiri.[wid]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya