Berita

Foto/RM

Politik

PILKADA JAKARTA

Prabowo: Kami Tak Ingin Curang Dan Tak Rela Dicurangi

MINGGU, 16 APRIL 2017 | 01:10 WIB | LAPORAN:

. Masyarakat DKI Jakarta jenuh dengan ibukota yang terbelah seperti sekarang ini, hanya karena ulah satu orang saja.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai menggelar rapat tertutup timses Anies-Sandi di kediamannya Jl. Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu malam (15/4).

"Kami ingin Jakarta yang bersatu. Kemakmuran memerlukan Jakarta yang stabil. Bisnis memerlukan Jakarta yang aman. Rakyat banyak menginginkan Jakarta yang berkeadilan. Dan umat beragama memerlukan pemimpin yang menghormati keyakinan mereka," tutur Prabowo.


Guna mewujudkan hal itu, mantan Danjen Kopassus itu mengajak seluruh warga DKI untuk memberikan hak suaranya di hari pencoblosan 19 April 2017 mendatang. Sekaligus menyarankan agar warga Jakarta terlibat aktif dalam pemungutan suara dan tidak golput. Pasalnya, Prabowo meyakini jika, suara warga DKI sendirilah yang bisa mewujudkan perubahan itu.

"Perubahan Jakarta tak terjadi jika banyak pendukungnya yang golput," imbau Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga mengajak warga DKI untuk memantau proses pengawasan saat pemungutan suara berlangaung. Tujuannya, agar dapat mencegah terjadinya kecurangan terkait perolehab suara. Prabowo meminta warga untuk berani melaporkan setiap ada temuan yang janggal.

"Kami tidak ingin curang. Namun kami juga tak rela dan tak sudi jika dicurangi. Sekali lagi mari kita akhiri Jakarta yang gaduh dan terbelah. Kita butuh Anies-Sandi untuk Jakarta bersatu," demikian Prabowo.

Dalam pertemuan tersebut hadir pula Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera.

Selain itu, hadir Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik, Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandiaga Boy Sandiaga Boy Sadikin, mantan Tim Sukses Relawan Agus-Sylvi Alex Asmasoebrata dan Fahira Idris. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya