Berita

Foto/Net

Politik

Tercium Bau Busuk Tiko Dari Survei Charta Politika

SABTU, 15 APRIL 2017 | 23:57 WIB

MEMPUBLIKASIKAN hasil riset sebaiknya didasarkan pada niat yang positif. Sehingga hasil riset tersebut mampu bersinergi dengan riset riset yang lain.

Sebuah riset yang hanya sekedar mencari perhatian dan uang semata sangat mudah untuk dicari kebusukannya.

Mari kita simak survei Charta Politika yang dirilis 15 April 2017. Berdasarkan surveI yang diadakan pada 5-12 April 2017, suara Aies-Sandi hanya 44,8 persen, sedangkan Ahok-Dajrot melesat dengan kecepatan supersonic dengan 47,3 persen.


Margin eror survei tersebut adalah pas 2,5 persen sehingga diasumsikan kedudukan adalah imbang. Apalagi terdapat 19 persen warga menjawab tidak tahu.

Ketidakhati-hatian tampak pada penjelasan berikutnya dari Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Seperti yang tertulis di banyak media, disebutkan bahwa elektabilitas Ahok-Djarot naik pesat, Februari Ahok-Dajrot hanya 41 persen. Sedangkan Anies-Sandi cenderung stagnan karena Februari hanya menyentuh angka 44,5 persen.

Coba cek kembali, hasil survei Charta Politika di rilis 12 Februari 2017 menyebutkan bahwa Ahok-Djarot unggul dengan 39 persen dan Anies-Sandi hanya 31,9 persen.

Lalu darimana asal muasal angka Ahok-Djarot dapat 41 persen dan Anies-Sandi 44,5 persen? Dan uniknya, kenapa tidak ada survei bulan Maret?

Sebuah bau busuk yang tercium tak akan hilang sebelum Charta Politika menjelaskan perbedaan survei Februari tersebut. Kenapa di bulan yg sama terdapat dua survei dengan hasil berbeda oleh lembaga yang sama.

Akhir kata selamat Hari Paskah kepada Yunarto dan Ahok, semoga swing voters percaya hasil surveinya. [***]

Ziyad Falahi
Penulis adalah dosen FISIF UPN Veteran Jakarta

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya