Berita

Net

Politik

Buruh Ingin Petahana Lanjutkan Kerjanya

SABTU, 15 APRIL 2017 | 21:24 WIB | LAPORAN:

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) di putaran dua Pilkada DKI Jakarta.

Buruh menilai, pasangan petahana tersebut berhasil dan diharapkan terus melanjutkan program pembangunan di ibu kota. Untuk mendukung pasangan nomor urut dua itu, buruh KSPSI pimpinan Andi Gani Nena Wea dan KSBSI yang dipimpin Mudhofir membentuk tim pemenangan Relawan Buruh Sahabat Djarot.

"Mendukung Basuki-Djarot merupakan pilihan realistis dengan melihat program-program yang berpihak kepada kepentingan rakyat yang sudah dijalankan selama ini," kata Koordinator Relawan Buruh Sahabat Djarot Mustopo dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta (Sabtu, 15/4).


Menurutnya, Relawan Buruh Sahabat Djarot sudah melakukan konsolidasi di lima wilayah DKI, dan melihat respons masyarakat sangat positif terhadap pasangan Ahok-Djarot. Mustopo berharap, pasangan tersebut tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan.

"Kami mengingatkan kepada Basuki-Djarot agar terus serius melayani masyarakat dan tentu buruh Jakarta dengan program pendidikan, upah layak, pelayanan kesehatan, dan perlindungan terhadap perjuangan buruh," ujarnya.

Kendati demikian, buruh juga siap mengkritisi Ahok-Djarot bila melenceng saat memimpin Jakarta.

"Kalau pasangan ini tidak menjalankan program yang berpihak terhadap rakyat kami siap unjuk rasa sebagai sikap kritis," tambah Sutopo.

Koordinator Wilayah KSBSI DKI Jakarta Dwi Harto menambahkan, buruh sangat merasakan kebijakan Pemprov DKI selama lima tahun terakhir ini. Menurutnya, program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) berhasil menekan beban pengeluaran buruh.

"Jakarta saat dipimpin Jokowi dan Basuki mampu menaikkan upah buruh hingga 40 persen. Ini fakta yang tidak bisa kami pungkiri," paparnya.

Periode selanjutnya, Dwi meminta Ahok-Djarot membangun rumah susun untuk buruh di sekitar kawasan industri dan transportasi murah yang menjangkau kawasan industri. Selain itu, pasangan petahana juga diminta mampu menciptakan peluang kerja lebih banyak.

Dwi mengatakan, saat ini banyak buruh yang mengalami PHK (pemutusan hubungan kerja). Dengan lapangan kerja baru, para buruh diharapkan bisa kembali bekerja.

"Besar harapan kami kepada Basuki-Djarot. Karena itu pada Rabu 19 April semua buruh harus memilih pasangan ini," imbuhnya. [wah]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya