Berita

Pertahanan

Lagi-lagi Kapal Vietnam Ditangkap Bakamla RI

SABTU, 15 APRIL 2017 | 13:54 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Badan Keamanan Laut Republik Indonesia kembali menangkap sebuah kapal berbendera Vietnam yang melakukan pencurian ikan di Perairan Natuna, Rabu lalu (12/4).

Demikian berita yang diteruskan Kasubbag Humas Bakamla RI, Kapten Marinir Mardiono, hari ini.

Kali ini penangkapan dilakukan oleh Kapal Nasional (KN) Belut Laut 4806 milik Bakamla RI yang sedang melakukan patroli rutin di perairan dekat Laut Cina Selatan.


Kapal tanpa nama yang bercirikan anjungan putih dan lambung biru tersebut ditangkap pada saat sedang melakukan aksinya di Perairan Natuna yang kaya. Ketika diperiksa, kapal Bth 97744 TS tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen kapal dan memuat berbagai ikan campuran hasil tangkapan.

Kapal Vietnam ditengarai sebagai kapal asing dengan riwayat paling banyak melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia. Sepanjang tahun 2016 lalu, sebesar 42 persen kejahatan illegal fishing oleh kapal asing yang ditangkap oleh Bakamla RI merupakan kapal berbendera Vietnam.

Selanjutnya, kapal yang dinakhkodai oleh Do Duoc dan membawa 8 warga negara asing tersebut dikawal menuju ibukota Kabupaten Natuna, Ranai, dan diserahkan ke pangkalan  Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kumbik Natuna untuk proses lebih lanjut. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya