Berita

Foto/Net

Politik

Pak Djarot Berusaha Tersenyum

Diusir Usai Jumatan
SABTU, 15 APRIL 2017 | 08:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Intimidasi kembali menimpa Cawagub Djarot Saiful Hidayat. Kemarin, wakil Ahok di Pilgub DKI Jakarta ini diusir dari Masjid Jami Al Atiq, Kebon Baru,Tebet, Jakarta Selatan. Tapi seperti biasa, mendapat perlakuan tak enak Djarot tidak reaktif menanggapi. Dia malah berusaha tersenyum.

Politisi PDIP ini mengaku mendatangi Masjid Jami Al Atiq karena sejalan dengan aktivitas kampanyenya, kemarin. Sesuai jadwal, selesai Jumatan, Djarot berkampanye di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta Timur. Sepertinya Djarot kurang tepat memilih masjid. Gelagat adanya kelompok anti-Ahok di area masjid sebenarnya sudah tampak. Tidak jauh dari masjid, terpampang spanduk berlatar Aksi Bela Islam di Monas plus Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab. Pada spanduk tertulis ‘Seluruh Majelis Ta’lim Se-Kelurahan Kebon Baru, Se-Kecamatan Tebet Mendukung dan Membela Para Ulama dan Habib Rizieq Syihab Dari Kriminalisasi. Cinta Agama dan NKRI’. Selain itu, spanduk bertuliskan "Tolak Penista Agama di Kampung Melayu Tercinta," juga terpampang di jalan dekat masjid yang dilalui Djarot.

Awalnya, tidak ada suasana intimidasi ketika Djarot datang sekitar jam 11.45 WIB. Seperti halnya ibadah Salat Jumat, tidak ada pembeda. Semua khusyuk beribadah. Sekalipun, dalam isi ceramah, sempat disampaikan umat Muslim sepantasnya memilih sesama Muslim untuk dijadikan pemimpin. "Kalau pemimpin Muslim, Insya Allah negara kita akan mendapatkan ridhaNya dan akan mendapat rahmat dari Allah," begitulah sebagian isi ceramahnya.


Singkat cerita, Salat Jumat pun usai. Sejurus kemudian, Djarot melangkah pergi meninggalkan masjid usai menuntaskan kewajiban sebagai Muslim. Nah, kehadirannya yang sudah diketahui para jamaah pun seolah penasaran ingin melihat Djarot dari dekat. Saat menuju luar masjid, Djarot tampak bersalaman dan berfoto-foto dengan beberapa warga. Namun, suasana menjadi begitu ramai ketika dia sudah berada di luar masjid. Suara takbir menggema di dalam masjid mengiringi kepergian Djarot. "Allahu Akbar, Allahu Akbar," teriak beberapa jamaah yang menolak Djarot. "Usir, usir, usir... Pergi, pergi," sahut jemaah lain.

Kembali mendapatkan intimidasi, Djarot mencoba tersenyum sambil berjalan menuju kendaraannya yang parkir tidak jauh dari masjid. Langkah Djarot dan rombongannya pun agak dipercepat. Sambil melempar senyuman, Djarot tidak marah dan memaafkan mereka. "Saya sejak masih di dalam itu sudah memaafkan, nggak apa-apa," ujarnya.

Bagi Djarot, penolakan semacam ini masih tergolong ringan. Djarot mengaku pernah mengalami penolakan yang lebih parah.

Beragam intimidasi kepada Djarot semasa kampanye Pilgub DKI Jakarta bukan kali ini saja. Beberapa tidak tidak mengenakkan pernah dirasai Djarot. Mulai dari dikatain kafir, dilempari botol hingga disambut bendera kuning saat kampanye.

Ketika mendatangi undangan Keluarga Cendana di acara Haul Soeharto, Sabtu 11 Maret lalu, Djarot juga disoraki hadirin sampai dilempari botol. Aksi spontanitas ini terjadi saat dia datang ke area masjid sebagai lokasi acara, dan saat kepulangannya. Acara itu, dihadiri banyak massa FPI. Djarot disoraki lantaran menjadi wakil Ahok di Pilgub DKI.

Hebatnya, bukannya marah, Djarot justru sabar dan meminta para pendukungnya tidak melakukan aksi balasan. Dia meminta pendukungnya juga bersabar. "Kalau ada teriak-teriak, nggak usah dibalas. Maafkan saja dan istighfar. Saya saja dikatain kafir nggak apa-apa kok. Benar nggak apa-apa, saya terima kok," kata Djarot, kepada warga saat blusukan di Klender, Jakarta Timur, Minggu, 19 Maret lalu.

Kemudian, pada 21 Maret lalu, tepatnya saat kampanye di Jalan Pahlawan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menuju rumah tempat Djarot beracara, dia mendapatkan sambutan bendera kuning khas penanda ada orang yang meninggal. ***

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya