Berita

Jokowi/Net

Politik

Dukungan PSI Menambah Kekuatan Jokowi Di 2019

SABTU, 15 APRIL 2017 | 03:55 WIB | LAPORAN:

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin Grace Natalie telah menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk maju kembali di Pemilu 2019.

Banyak kalangan menilai jika dukungan tersebut berpengaruh positif untuk menaikkan perolehan suara Jokowi.

"Indonesia kan menganut multi partai, demokrasi dengan sistem presidensial. Kalau PSI dukung Jokowi pada 2019 akan menambah kekuatan pada partai-partai koalisi," jelas pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Irine Gayatri kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/4).


Dia menjelaskan, dukungan dari PSI jelas diperlukan sebagai modal sosial politik agar dapat menjalankan program-program yang dikampanyekan oleh Jokowi. Menurutnya, jika Jokowi terpilih kembali maka dapat melanjutkan program yang dikerjakan selama ini.

"Motivasi PSI karena mereka memang setuju dengan program-program Pak Jokowi. Sejauh program baik, realistis, tidak berunsur diskriminasi Sara, justru pilihan yang tepat," ujar Gayatri.

Dia memastikan jika pengaruh suara PSI signifikan untuk mendukung Jokowi. Meski tergolong baru terjun di perpolitikan Indonesia.

"Iya, Jokowi bagus kok. Dan namanya parpol sudah pasti hitungannya politis, ini bukan hal buruk. Apalagi ditunjang dengan SDM (sumber daya manusia) parpolnya sendiri," beber Gayatri.

Lebih jauh, dia menilai bahwa secara platform, PSI beririsan dengan program-program pemerintahan Jokowi saat ini. Satu hal wajar jika adanya kesamaan itu membuat PSI begitu cepat mendeklarasikan dukungan.

"Masyarakat perlu diedukasi bahwa itu proses wajar. Perhatikan platform ideologi dan program partai-partai koalisi itu penting," demikian Gayatri.

Diketahui, beberapa hari lalu, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PSI melakukan silaturahmi dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta. Dalam kesempatan itu, PSI menyatakan dukungan langsung kepada Jokowi untuk kembali maju sebagai calon presiden pada 2019. [wah]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya