Berita

tamasya almaidah/net

Politik

Jangan Khawatir, Tamasya Al-Maidah Itu Cuma Happy-Happy

JUMAT, 14 APRIL 2017 | 17:27 WIB | LAPORAN:

Jelang Pilkada DKI Jakarta 19 April mendatang 13.034 Tempat Pemilihan Suara (TPS) bakal dikawal oleh peserta Tamasya Al Madiah yang kebanyakan datang dari luar kota.

Ketua Panitia Ansufri Idrus Sambo menjelaskan tujuan pengawalan seluruh TPS di Jakarta itu untuk meminimalisir upaya kecurangan-kecurangan yang terjadi. sskaligus sebagai ajang silaturahmi bagi umat muslim di tanah air.

Menurutnya kehadiran peserta tamasya ini bukan untuk menggantikan aparat keamanan yang telah ditugaskan menjaga proses pemilihan di seluruh TPS di Jakarta. Namun hanya sebatas pemantau proses pencoblosan dan sekaligus sebagai ajang bertamasya ke wilayah-wilayah di Jakarta.


"Jadi tidak perlu merasa khawatir. Masa melihat-lihat tidak boleh. Kita silaturrahim masak tidak boleh," ujar Ansufri saat ditemui di masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (14/4).

Lebih lanjut, Ansufri menegaskan kunjungan para peserta tamasya ke TPS di Jakarta bukan untuk mempengaruhi pemilih yang akan menggunakan hak suara kepada salah satu calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Justru sebaliknya, para pengunjung akan mendukung masyarakat dalam menggunakan hak suaranya untuk menentukan pemimpin ibu kota.

Terkait himbauan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana yang meminta Tamasya Al Maidah tak perlu dilakukan, Ansufri kembali mengaskan bahwa kunjungan peserta tamasya merupakan hak setiap masyarakat yang ingin melihat perhelatan Pilkada DKI Jakarta. Menurut Ansufri, pihaknya juga tidak bisa melarang pihak yang ingin bersilaturahmi dan berkunjung ke Jakarta, terlebih untuk bertamasya.

"Ini kan tamasya, happy, enjoy. Tamasya itu artinya kita happy-happy. Jadi tidak usah dikhawatitkan. (Aksi) satu tempat, di satu waktu sudah kita buktikan aman," demikian Ansufri.[san]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya