Berita

ahok/net

Politik

Anies Minta KPK Pelototi Ahok-Djarot Yang Masif Bagi-Bagi Sembako

JUMAT, 14 APRIL 2017 | 17:21 WIB | LAPORAN:

Juru Bicara Tim Pemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Anggawira menyatakan pasangan Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat sedang panik.

Kepanikan itu terlihat saat beberapa lembaga survei menempatkan Anies-Sandi pada posisi unggul namun dilawan dengan arus pembagian sembako oleh Tim Ahok-Djarot yang kian masif.

"Ini sudah menjadi rahasia umum. Kami meminta agar pihak kepolisian dan Panwaslu bisa bertindak jika memang ada indikasi politik sembako, karena ini sudah pernah dilapori warga beberapa waktu lalu," ujar Anggawira melalui siaran pers kepada redaksi, Jumat (14/4).


Sebelum diberitakan jika tim sukses pasangan calon nomor urut 2 dalam Pilgub DKI Jakarta tersebut melakukan bagi-bagi 300 paket sembako murah di Jalan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pembagian berlangsung pada hari ini, Rabu (12/4), mulai 09.00 WIB sampai 12.10 WIB.

Menanggapi hal itu, Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan surat edaran tentang larangan menyalurkan bantuan sosial jelang Pilkada DKI putaran kedua. Hal itu untuk mencegah praktik politik uang.

"Periode sebelumnya KPK sempat mengeluarkan edaran tidak ada bansos di masa kampanye, namun sayang sekarang tidak ada," kata Anies.

Meski KPK tidak mengeluarkan edaran tentang larangan penyaluran bansos saat kampanye, mantan Menteri Pendidikan dan kebudayaan mengajak semua pihak untuk tetap menjauhkan praktik kampanye kotor dalam pilkada.

"Menurut saya ini adalah tanggung jawab moral jangan dilangar dan bagi warga tolong ikut awasi," demikian Anies.[san]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya