Berita

Pangi Chaniago/net

Politik

Pemindahan Ibu Kota Bisa Pompa Elektabilitas Jokowi

JUMAT, 14 APRIL 2017 | 09:29 WIB | LAPORAN:

Usul pemindahan Ibu Kota Negara oleh pemerintah akan menjadi kental nuansa politiknya jika dilakukan sebelum Pemilu Serentak tahun 2019.

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, menilai, isu pemindahan Ibu Kota Negara sangat berpotensi menjadi suntikan elektoral bagi presiden yang berkuasa sekarang. Joko Widodo dapat diuntungkan isu tersebut jika mau bertarung lagi di Pilpres 2019.

"Bisa saja pemindahan ibu kota berurusan dengan kepentingan politik. Conflict interest pasti kental. Kalau saya sederhanakan, pemindahan ibu kota cenderung dijadikan komoditas politik, ada insentif elektoral yang didapatkan dari pemindahan ibu kota menjelang Pilpres 2019," kata Pangi, Jumat (14/4).


Diakuinya bahwa pemindahan Ibu Kota Negara merupakan keharusan. Dia melihat DKI Jakarta sudah masuk dalam kategori zona bahaya. Jakarta sudah tidak mampu lagi menampung penumpukan penduduk.

"Makin hari Jakarta makin tidak mampu membahagiakan warganya. Tingkat stres makin meningkat dan kerugian negara makin gila-gilaan karena macet dan banjir," jelasnya.

Kapan dan ke mana Ibu Kota Negara akan dipindahkan, menurutnya sangat bergantung pada kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Kajian itu tidak boleh terpengaruh oleh kepentingan politik manapun, termasuk kepentingan politik Presiden Joko Widodo.

"Semua memang bergantung pada kajian Bappenas. Saya kira Bappenas dan presiden sudah main mata. Bappenas pasti bakal pasang badan dan memberanikan pemindahan ibu kota setelah mendapat kepastian dan sinyal dari presiden. Semua risiko siap mereka tanggung demi kepentingan Pilpres 2019," jelasnya. [ald]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya