Berita

Foto/Net

Politik

Alasan Massa Berbaju Kotak-kotak Bubarkan Tabligh Akbar Di Pulau Seribu

KAMIS, 13 APRIL 2017 | 08:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tabligh akbar yang digelar Gerakan Muslim Jakarta (GMJ) Koordinator Wilayah Kepulauan Seribu pimpinan Buang Busyarif berakhir ricuh kemarin, Rabu (12/4).

Pasalnya, massa berseragam kotak-kotak mendesak ceramah Kiai Haji Alfian Tanjung tentang Isra' Mi'raj di lapangan bola Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara (KSU) itu untuk segera dihentikan.

"Alasannya, si penceramah dituding telah menggunakan kata 'kafir' dalam ceramahnya," kata Kapolsek KSU Ajun Komisaris Fredy Yudha Satria kepada wartawan, Rabu (12/4) malam.


Massa yang berjumlah 20 orang tersebut mengaku sebagai pendukung salah satu pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI asal Pulau Kelapa, KSU.

Mereka mengecam ceramah oleh Alfian Tanjung karena dianggap bernada SARA. Padahal, tema diangkat tentang Isra Mi'raj.

Beberapa massa yang emosi sempat diredam petugas kepolisian setempat. Hingga akhirnya, acara pun terpaksa dihentikan karena situasi memanas.

"Kita (polisi) negosiasi dengan ketua panitia Tabligh Akbar, agar acara tersebut dihentikan. Karena situasi kurang kondusif," terang Fredy.

Setelah acara dihentikan, massa pun membubarkan diri menuju dermaga pelabuhan Pulau Kelapa. Namun, mereka sempat merencanakan untuk menghadang rombongan Tabligh Akbar sebelum pulang ke Jakarta.

Hanya saja, hal itu segera diantisipasi pihak kepolisian agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Saat ini, situasi aman terkendali," jamin Fredy. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya