Berita

Politik

Mahfud MD: Ada Kemungkinan Mata Kiri Novel Dibiarkan Buta

RABU, 12 APRIL 2017 | 10:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Air keras yang disiram orang tak dikenal kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengakibatkan luka di bagian kedua matanya. Ia kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta Pusat.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang kemarin menjenguk mengatakan bahwa kondisi mata bagian kiri Novel mengalami lupa parah. Setidaknya, hingga kemarin bagian itu belum bisa digunakan untuk melihat.

"Mata kiri beliau tidak dapat melihat sama sekali," ujarnya dalam wawancara di sebuah televisi, Rabu (12/4).


Menurutnya, ada kemungkinan dokter akan membiarkan mata kiri Novel buta.

"Dokter akan menunggu beberapa hari untuk mengambil langkah. Apakah akan ditransplantasi kornea atau dibiarkan buta," ujarnya.

Kata Mahfud, ujian ini merupakan harga yang harus dibayar Novel Baswedan karena keteguhannya dalam memberantas korupsi.

"Semoga Alla melindungi beliau, keluarganya, dan juga para penegak hukum yang lurus yang tersisa di negeri ini," pungkasnya.

Sementara, itu, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Novel akan dirujuk ke Singapura untuk menjalani perawatan yang lebih intensif.

Novel merupakan penyidik profesional. Saat ini, Novel tengah menyidik sejumlah kasus besar, seperti kasus korupsi RS Sumber Waras dan Reklamasi Teluk Jakarta yang digadang-gadang akan menyeret nama Gubernur DKI JAKARTA (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Termasuk kasus korupsi pengadaan e-KTP yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun dan menyeret sejumlah nama Ketua DPR Setya Novanto. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya