Berita

Politik

Wadah Pegawai KPK Tidak Akan Ciut Lawan Korupsi

SELASA, 11 APRIL 2017 | 13:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Peristiwa serangan kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bukan kali pertama terjadi. Novel sudah berulang kali diserang, mulai dari intimidasi, tabrak lari,  sampai dengan peristiwa hari ini, penyiraman air keras.

Namun begitu, serangan demi serangan tersebut tidak menjadi alasan bagi Wadah Pegawai KPK untuk terus memperjuangkan pemberantasan korupsi.

"Kami tegaskan bahwa selangkahpun kami tidak akan mundur, apapun resikonya, karena kami yakin perjuangan pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti dengan ancaman, intimidasi maupun serangan apapun juga," begitu bunyi surat elektronik yang mengatasnamakan Wadah Pegawai KPK, Selasa (11/4).


"Novel adalah kami dan kami adalah KPK yang tidak akan pernah berhenti untuk berjuang melawan korupsi," lanjut siaran itu.

Di satu sisi Wadah Pegawai KPK mengutuk keras insiden penyiraman air keras kepada Novel Baswedan yang dilakukan orang tak dikenal pada pagi tadi.
 
"Kami mengutuk keras perbuatan biadab tersebut sebagai bentuk dari teror dan bagian dari upaya pelemahan KPK dan perlawanan balik terhadap pemberantasan korupsi," lanjut siaran itu.

Tak lupa mereka meminta doa agar Novel yang juga ketua Wadah Pegawai KPK agar segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali bersama-sama. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya