Berita

Sutiyoso/Net

Politik

DPR Puji Cara Bang Yos Selesaikan Polemik Semen Rembang

SENIN, 10 APRIL 2017 | 09:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Langkah Komisaris Utama PT Semen Indonesia Sutiyoso yang menyambangi masyarakat pendukung dan penolak pabrik Semen Rembang menuai dukungan dari DPR.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Abdul Wachid bahkan menilai cara mantan gubernur DKI Jakarta ini sebagai langkah yang bagus dalam menyelesaikan polemik Semen Rembang.

"Itu bagus. Model pendekatan yang dilakukan Bang Yos (Sutiyoso) adalah gaya khas Jawa. Apalagi beliau asli dari Jawa Tengah, orang Semarang. Jadi beliau mengetahui etikanya," ujar Wachid sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (10/4).


Dalam aksinya, Bang Yos berkunjung ke areal pabrik semen di Rembang dan Tuban. Ia menemui kedua kelompok masyarakat yang selama ini mendukung dan menolak keberadaan Semen Rembang.

Bahkan Bang Yos langsung mendatangi rumah dan berdiskusi dengan Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Joko Prianto untuk mendengarkan alasan penolakan Semen Rembang.

Menanggapi hal tersebut, Wachid menilai bahwa cara ini dilakukan Bang Yos untuk mengetahui duduk masalah yang sebenarnya. Meski di satu sisi ada anggapan upaya ini sebagai langkah untuk mengintimidasi pihak yang kontra.

"Saya kira kalau ada yang menyuarakan intimidasi dan lain sebagainya, itu hak mereka ya. Namun saya melihat Bang Yos begitu supaya tau apa sih masalahnya," ujar ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah itu.

"Apa betul memang bakal ada kerusakan lingkungan, apa benar kehadiran Semen Rembang bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat. Masyarakat itu suka kok kalau diajak dan berembug baik-baik," pungkasnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini pabrik Semen Rembang yang nilai investasinya mencapai Rp 4,97 triliun belum beroperasi. Padahal Pabrik Semen Rembang ini diperkirakan mampu berproduksi 3 juta ton setiap tahunnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya