Berita

Foto/Net

Politik

Kata Fahri, Video Kampanye "Jahat" Bukti Ahok-Djarot Mulai Bermain Kasar

SENIN, 10 APRIL 2017 | 06:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Video kampanye "jahat" pasangan Basuki T. Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang menampilkan suasana kerusuhan turut menyita perhatian Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Menurut Fahri, video yang menggambarkan suasana kecemasan ini menunjukkan sebuah ketidakpercayaan pasangan Ahok-Djarot pada sesama.

"Mereka sudah putus asa pada bangsa Indonesia yang tidak mau diadu domba," ujarnya di akun Twitter @Fahrihamzah beberapa saat lalu, Senin (10/4).


Apalagi, lanjut Fahri, memasuki detik-detik terakhir jelang pemilihan putaran kedua, semua survei kompak menyatakan pasangan Ahok-Djarot kalah. Untuk itu, permainan kasar dimulai dengan membuat apa yang disebut Fahri dengan pabrik kecemasan.

"Tapi kita harus menolak takut. Provokasi mereka tidak akan menpan. Persaudaraan bangsa Indonesia terlalu kuat. Jika niat mereka merusak persaudaraan bangsa kita, maka kitalah yang akan menjaganya sebagaimana telah (terjadi)," sambungnya.

Ia mengajak bangsa Indonesia, khususnya warga DKI Jakarta menyatukan tekad untuk tidak takut dengan intimidasi keji yang tengah dilancarkan.

"Tuduhan mereka kepada bangsa Indonesia jahat. Mereka menista kita dengan halalkan segala cara. Dan marilah kita menyatakan kebulatan tekad, kami tidak takut intimidasi," pungkasnya.

Sebelumnya dalam video kampanye Ahok-Djarot berdurasi dua menit, ditampilkan suasana kerusuhan. Lalu dimunculkan pula sekelompok orang berseragam serba putih dan berpeci berdemonstrasi dan melakukan aksi sweeping.

Video tersebut juga diisi pidato yang mirip dengan suara lantang Djarot. Video ini sempat viral di Twitter dengan hashtag #kampanyeahokjahat. Begini isinya:

Saudara-saudaraku, seluruh warga Jakarta. Waktu sudah mulai mendekat. Jadilah bagian dari pelaku sejarah ini dan akan kita tunjukan bahwa negara Pancasila benar-benar hadir di Jakarta.

Kita juga akan tunjukan bahwa Bhinneka Tunggal Ika benar-benar bukan hanya jargon tapi sudah membumi di Jakarta.

Siapapun kalian, apa agama kalian, apa suku kalian, darimana asal usul kalian, saudara-saudara semua semua adalah saudara kita sebangsa dan setanah air dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Jangan tanyakan darimana kau berasal. Jangan tanyakan apa agamamu. Tapi tanyakan apa yang telah kau perbuat untuk Jakarta.
[ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya