Berita

Foto/Net

Politik

Yuddy Chrisnandi: NLF Siap Cetak Pemimpin Berwawasan Nusantara

MINGGU, 09 APRIL 2017 | 22:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keragaman suku bangsa dan budaya yang terbentang dari Sabang sampai Merauke merupakan alat pemersatu bangsa ini. Untuk itu, dibutuhkan pemimpin yang mampu menyejahterakan seluruh rakyat yang beragam. Sehingga, Indonesia bisa menjadi negara besar dan berdaya saing di tingkat dunia.

Begitu kata Duta Besar Ukraina, Armenia, dan Ukraina, Yuddy Chrisnandi saat memberikan sambutan di acara deklarasi lembaga Nusantara Leadership Foundation (NLF) di Jagakarsa Raya, Jakarta Selatan, Minggu (9/4).

Sejurus dengan itu, Yuddy menyebut bahwa NLF dibentuk untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).


"Kita (NLF) ingin melahirkan pemimpin di kalangan generasi muda yang otentik di berbagai tingkatan, serta memberikan manfaat yang besar bagi bangsa dan negara Indonesia," ujar Yuddy yang juga pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina NLF.

Mantan Menteri PAN-RB itu menjelaskan bahwa NLF memiliki visi menjadi sebuah lembaga terbaik pembentuk kepemimpinan generasi muda berdasarkan wawasan Nusantara.

"Pemimpin yang berbasis nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang berketuhanan dalam meningkatkan daya saing di tingkat nasional, internasional, dan global," sambungnya.

NLF sendiri merupakan suatu media pembentukan kepemimpinan berwawasan Nusantara yang berkarakter tangguh, handal, professional, dan terpercaya melalui pelatihan, pendidikan, pendampingan dan penempatan pada beragam situasi dan kondisi.

NLF memberikan pengenalan pada beragam tantangan lokal, nasional, internasional dan global kepada para pemimpin generasi muda, melalui sebuah persiapan yang komprehensif dan holistik. Tujuannya, agar kepemimpinan generasi muda memiliki wawasan Nusantara dalam menyelesaikan beragam persoalan yang dihadapi. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya