Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Tim Anies-Sandi Temukan Ribuan DPT Ganda Di Jakut Dan Jakbar

MINGGU, 09 APRIL 2017 | 19:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebanyak 15 ribu daftar pemilih tetap Pilgub DKI Jakarta terindikasi ganda. Temuan tersebut sebagaimana hasil analisa dan penyisiran yang dilakukan Tim Pemenangan Anies-Sandi.

"Dari hasil analisa dan penyisiran, kami temukan 15 ribu DPT ganda, di antaranya di Jakarta Utara sebanyak 2.233 orang," kata Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mohammad Taufik di Posko Pemenangan Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/4).

Kasus ini, lanjut Taufik, selain banyak ditemukan di kawasan Jakarta Utara juga banyak terjadi di Jakarta Barat. Penyisiran hingga saat ini masih dilakukan dan ada kemungkinan jumlah tersebut bertambah.


Dijelaskan Ketua DPD Gerindra Jakarta itu temuan belasan ribu data pemilih bermasalah itu berpotensi memunculkan pemilih siluman pada hari pencoblosan. Sehingga mengganggu kelancaran penyelenggaran putaran dua Pilgub DKI Jakarta.

Untuk itu, Taufik berharap agar KPU DKI Jakarta dan tim pasangan calon lain untuk bersama-sama menyisir dan menganalisa DPT.

"Kami ajak KPU melakukan itu agar pilgub bersih dari pemilih siluman," tegas Taufik seperti diberitakan RMOLJakarta. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya