Berita

Politik

Tim Anies-Sandi: Pemprov DKI Gagal Paham Soal Pengelolaan Dana CSR

MINGGU, 09 APRIL 2017 | 15:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gagal paham dalam hal penggunaan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).  

Begitu kata Juru Bicara Tim Pemenangan Anies-Sandi, Anggawira menanggapi berbagai proyek infrastruktur yang dibangun oleh perusahaan swasta sebagai kontribusi atas koefisien lantai bangunan (KLB).

“Pembiayaan dari sumber dana non- APBD, seperti lewat dana CSR yang dilakukan pihak swasta ini membuat pemprov DKI terkesan tidak transparan dan akuntable. Sebab, dana CSR tersebut seharusnya dapat diputuskan bersama pengunaannya dalam forum CSR dan masuk terlebih dulu dalam mekanisme  APBD,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Minggu (9/4).


Angga menyebutkan sejumlah proyek pembangunan juga harus dilakukan melalui sistem tender. Sebab, dengan mekanisme yang jelas maka bisa menghindari penyalahgunaan dana.

“Artinya, hal- hal tersebut jangan dilakukan off budget. Untuk memenuhi unsur transparansi tentu lebih baik program pembangunan ini dikelola didalam budget, lewat proses tender, dengan mekanisme yang jelas,” ungkap Koordinator Sahabat Anies Baswedan- Sandiaga Uno itu.  

Secara khusus, Angga menyebut tindakan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang meminta pihak swasta yang kena denda atas KLB untuk membangun Simpang Susun Semanggi merupakan sebuah kesalahan.  

Sebab, menurut ketentuan yang berlaku, dana dari hasil pembayaran denda harus lebih dulu masuk sebagai pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

“Pemprov DKI tentunya sangat memahami ketentuan tersebut. Namun, yang jadi pertanyaan kami saat ini adalah mengapa pembangunan proyek ini harus dilakukan diluar budget? Seharusnya hal ini dibahas terlebih dulu bersama DPRD,” pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya