Berita

Net

Politik

Lagunya Dijiplak Anies-Sandi, Penyanyi Gad Elbaz Kecewa

SABTU, 08 APRIL 2017 | 17:51 WIB | LAPORAN:

Penyanyi asal Israel Gad Elbaz yang salah satu lagunya berjudul Hashem Melech dinilai mirip dengan materi kampanye pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) mengutarakan kekecewaannya.

"Mereka mengatakan bahwa saya menjiplak lagu mereka. Padahal saya membuat lagu ini berdasarkan cover dari Chad Chaleb, bahkan sebelum musisi seperti Mark Anthony merilis cover serupa," jelas Gad Elbaz melalui akun Instagram resminya, Sabtu (8/4).

Dalam keterangannya, Gad Elbaz menjelaskan bahwa lagu Hashem Melech dirilis sekitar lima tahun lalu. Ia mendapatkan informasi bahwa lagu bernuansa rohani Yahudi itu digunakan untuk kepentingan politik di Indonesia.


"Di Indonesia, lagu yang sangat terkenal di komunitas Yahudi ini digunakan untuk kepentingan politik. Politisi yang menggunakannya anti Israel dan muslim ekstrimis, namanya Sandiaga Uno," ujar Gad Elbaz.

Tim Pemenangan Anies-Sandi memang sempat memberikan klarifikasi terkait kemiripan lagu berjudul Kobarkan Semangat Indonesia yang diunggah di channel YouTube PKSTV dengan lagu Gad Elbaz berjudul Hashem Melech. Dalam situs jakartamajubersama.com, tertulis bahwa lagu Kobarkan Semangat Indonesia diterbitkan lebih dulu pada April 2014. Sementara lagu band Israel yang merujuk pada milik Gad Elbaz baru diterbitkan Januari 2016.

Dalam laman Wikipedia milik Gad Elbaz tertulis bahwa ia menciptakan lagu Hashem Melech pada tahun 2013. Dalam deskripsinya tertulis bahwa melodi dari lagu itu memang berdasarkan pada lagu berjudul C'est la Vie dari Khaled milik pemusik asal Aljazair yang digubah tahun 2012.

Perbincangan tentang kemiripan materi kampanye Anies-Sandi dengan lagu pop rohani Yahudi milik Gad Elbaz sempat mencuat di media sosial pada Kamis (6/4). Keramaian terkait jiplak-menjiplak konten dan materi kampanye beberapa hari terakhir menyudutkan pasangan nomor urut tiga di Pilkada DKI Jakarta tersebut. Mulai dari lagu Kobarkan Semangat hingga desain Kartu Jakarta Plus yang disebut mengambil gambar ondel-ondel dari internet tanpa izin seniman. [wah]  

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya