Berita

ahok/net

Politik

Jimly: Minoritas Tionghoa Kristen Menang, Masyarakat Maluku Utara Nggak Ada Yang Marah

SABTU, 08 APRIL 2017 | 13:39 WIB | LAPORAN:

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshidiqqie meminta semua pihak tidak menggunakan isu SARA untuk menghancurkan salah satu calon kepala daerah dalam pilkada.

Pasalnya menurut dia, seorang kepala daerah harusnya tak dipilih berdasarkan suku, ras, ataupun agama yang dianutnya. Namun berdasarkan visi-misi dan program yang ditawarkan sang kepala daerah.

Jimly pun meminta agar masyarakat mencontoh gelaran Pilkada yang dilaksanakan di Kepulauan Sula, Maluku Utara. Di daerah yang 90 persen muslim itu justru dimenangkan oleh kepala daerah baru dari kalangan minoritas, seorang Tionghoa​ beragama Kristen.


"Yang menang di Pilkadanya namanya Hendrata Thes, seorang Kristen dan Tionghoa, dan nggak ada yang marah tuh," ungkapnya dalam diskusi bertajuk bertajuk 'Indonesia di Persimpangan: Negara Pancasila vs Negara Agama' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/4).

Diakuinya bahwa kemanangan Hendrata memang sempat digugat oleh lawan politiknya ke Mahkamah Konstitusi (MK). Disana MK tetap memenangkan Hendrata. Namun yang patut dicontoh menurut dia adalah masyarakat disana samasekali tidak marah dan legowo. Hal itu menurutnya karena kepemimpinan Hendrata dikehendaki oleh masyarakat.

"Memang itu yang diinginkan masyarakat setempat. Kita tidak boleh melarangnya," tegas Jimly.

Nah, tak jauh beda, jika nanti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menang di Pilgub DKI Jakarta, maka menurutnya itu adalah kehendak masyarakat Jakarta, begitu juga sebaliknya jika nanti Ahok kalah.

"Intinya kita tak boleh marah, karena demokrasi seperti itu," demikian ujar mantan Ketua MK itu.[san]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya