Berita

Net

Politik

Indonesia Perlu Berperan Lebih Aktif Di Konflik Suriah

SABTU, 08 APRIL 2017 | 05:55 WIB | LAPORAN:

Komisi I DPR RI mengecam keras aksi serangan senjata kimia di Khan Sheikhoun, Suriah yang menewaskan sedikitnya 58 orang dengan 11 diantaranya anak-anak

"Ini jelas serangan biadab yang secara sengaja menyasar rakyat sipil. Terlebih dilakukan dengan senjata kimia," kata anggota Komisi I Sukamta kepada redaksi, Sabtu (8/4).

Menurutnya, perang Suriah telah bergerak ke arah yang semakin buram dengan kehadiran tentara Rusia. Setelah sebelumnya Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa dan Timur Tengah terlibat dalam konflik tersebut.


"Kehadiran berbagai negara ke Suriah ini tidak dalam motif misi perdamaian, tetapi dalam kerangka membantu secara militer ke berbagai faksi yang bertikai. Hal ini membuat Suriah terus bergejolak," jelas Sukamta.

Sukamta memandang bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perlu segera menggelar sidang Dewan Keamanan, untuk mengambil langkah-langkah darurat melakukan investigasi terhadap penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil Suriah.

"Perlu diungkap secara jelas siapa pelaku kekejian dengan senjata kimia ini. Dan dihadapkan ke mahkamah internasional," ujarnya.

Lebih jauh, dia menilai perlunya digelar sidang Majelis Umum PBB untuk membuat resolusi penghentian konflik Suriah. Dengan korban jiwa mencapai lebih dari 200 ribu orang dan lebih dari 4,5 juta jiwa mengungsi, Suriah merupakan tragedi kemanusiaan terburuk di era modern.

Oleh sebab itu, Sukamta berharap pemerintah Indonesia dapat berperan lebih aktif menggalang dukungan berbagai negara untuk penghentian konflik di Suriah. Dan secara khusus ikut mendesak PBB untuk menyelenggarakan sidang umum.

"Jika konflik tidak dihentikan, maka pelanggaran demi pelanggaran akan terus dilakukan. Dengan korban sipil terus berjatuhan," tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut. [wah]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya