Berita

Net

Politik

Agar Tidak Salah Jalan, KPU Wajib Sinergi Dengan DPR

SABTU, 08 APRIL 2017 | 02:27 WIB | LAPORAN:

Untuk dapat menghasilan pemilu yang baik dan demokratis, Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu tidak bisa bekerja sendirian. Melainkan harus membangun kerja sama dengan semua pihak, termasuk Komisi II DPR RI.

Untuk itu, anggota Komisi II Ramhat Hamka meminta tujuh anggota KPU dan lima anggota Bawaslu yang baru saja disahkan bisa bekerja sama secara baik dengan dewan. Anggota KPU dan Bawaslu yang baru jangan menjaga jarak dengan dewan, apalagi terkesan memusuhi.

"Ya, kami berharap mereka dapat membangun kemitraan yang lebih solid dengan Komisi II. Harus ada sinergi untuk pemilu yang lebih berkualitas," katanya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (7/4).


Harapan Rahmat itu memang wajar. Sebab, anggota KPU lama terkesan menjauhi DPR. Kesan itu muncul saat KPU menolak putusan Komisi II yang mewajibkan mereka selalu berkonsultasi sebelum membuat Peraturan KPU (PKPU). KPU bahkan mengajukan peninjauan kembali atau judicial review ke Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan aturan tersebut. Sikap itu jelas membuat Komisi II kesal.

Dia berharap, kondisi seperti itu tidak terjadi lagi pada KPU dan Bawaslu periode 2017-2022. Rahmat pun memastikan, Komisi II tidak akan campur tangan terhadap segala urusan KPU dan Bawaslu. Apalagi untuk memengaruhi kinerja. Sinergi yang diharapkan dewan bertujuan agar kinerja KPU dan Bawaslu tetap pada jalur yang sesuai undang-undang.

"Yang paling penting kondisi demikian (sinergi), bukan berarti parpol bisa menyandera KPU dan Bawaslu. Tapi ini lebih kepada agar tidak keliru dalam menerjemahkan isi undang-undang yang dibuat DPR," tandas politisi muda PDI Perjuangan tersebut. [wah]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya