Berita

Net

Politik

Saran KPU, Anggaran Pilkada Sebaiknya Dari APBN

SABTU, 08 APRIL 2017 | 01:14 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan bahwa evaluasi penyelenggaraan pemilu dilihat dari dua aspek, yakni integritas manajemen dan integritas proses.

"Dalam integritas manajemen pilkada itu berkaitan dengan anggaran dan Sumber Daya Manusia (SDM) pada penyelenggaraan pemilu," ujar Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah dalam diskusi bertema 'Evaluasi Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2017' di Lembang, Bandung, Jawa Barat (Jumat, 7/4).

Dia mengusulkan agar pemerintah dapat menentukan pola pilkada ke depannya nanti. Khususnya, terkait penegasan pilkada yang termasuk rezim pemilu atau rezim pemerintah daerah.


"Penetapan pilkada sebagai rezim pemilu atau pemerintah daerah sangat berpengaruh pada penganggaran. Pasalnya, saat ini pilkada dianggap sebagai rezim pemerintah daerah sehingga menggunakan anggaran dari daerah masing-masing," papar Ferry.

Karena itu, mantan komisioner KPU Jawa Barat tersebut menilai sebaiknya penyelenggaraan pilkada dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena penganggaran terpusat lebih memudahkan dalam manajemen pemilu.

Sementara, terkait integritas proses pilkada, Ferry mengatakan, evaluasi harus dilakukan terkait penguatan daftar pemilih, pencalonan, kampanye, dana kampanye, logistik, pemungutan dan penghitungan suara.

"Sebaiknya pilkada memang dibiayai APBN, agar memudahkan sistem manajemen pemilu," pungkasnya.

Diskusi sendiri juga turut menghadirkan Ketua Bawaslu RI Muhammad, komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak, Sekretaris Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri I Gede Suratha. Juga peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro dan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz. [wah]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya