Berita

Sandiaga Uno/Net

Politik

Sandiaga Sedih Lihat Pendukung Ahok Belum Matang

JUMAT, 07 APRIL 2017 | 06:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemberian sembako oleh sejumlah orang dan meminta untuk memilih pasangan calon tertentu merupakan bagian dari politik uang atau politik sembako.

Begitu kata Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno seperti diberitakan RMOLJakarta, Kamis (6/4). Untuk itu ia meminta praktik seperti ini dihentikan dan fokus pada program yang ditawarkan untuk rakyat.

"Stop doing that. Yuk, fokus di program-program itu aja, jangan kita terus menggunakan (politik uang) dan kembali lagi ke 20, 30 tahun yang lalu," ujarnya.


Sandiaga mengaku, sedih melihat adanya politik uang dan pembagian sembako yang bahkan disiarkan di televisi yang diduga dilakukan pendukung atau tim dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Ahok-Djarot.

Kata dia, ini bukti bahwa pendukung Ahok-Djarot belum matang dalam pilgub ini.

"Sedih kami melihatnya, menunjukkan bahwa tidak matangnya politisi yang bergabung mendukung paslon dua, melakukan kampanye yang justru memecah belah kita," ungkapnya.

Pihaknya, tambah Sandiaga, telah mengintruksikan kepada tim dan pendukung untuk tidak melakukan hal serupa.

"Jangan ngikutin seperti itu. Itu sangat sangat menurut saya tahun 80-an banget deh, kita kan sudah tahun 2017 sekarang," pungkasny. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya