Berita

Foto: Istimewa

Politik

Ideologi Pancasila Mampu Hadapi Derasnya Kemajuan Teknologi

JUMAT, 07 APRIL 2017 | 01:19 WIB | LAPORAN:

RMOL. Pancasila adalah ideologi yang bisa mempersatukan seluruh lapisan warga Indonesia. Pancasila mampu menjadi dasar negara Indonesia dan berhasil menjadi instrumen kompromi untuk seluruh masyarakat.

Hal itu sebagaimana diutarakan Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jerry Sambuaga dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (6/4).

"Idealnya, masyarakat, khususnya generasi muda dari awal sudah mempraktikkan nilai Pancasila, yakni menerima dan mengelola perbedaan dengan aksi konkret,” sambungnya.


Selain Jerry Sambuaga, turut hadir sebagai pembicara dalam diskusi itu, yakni Ketua Himpunan Mahasiswa Politik UPH, Gracia Nicole Tan dan Egan Putra Murod  yang merupakan mahasiswa Hubungan Internasional UPH.

Jerry menjelaskan, persatuan bisa diwujudkan dengan berinteraksi sesering mungkin di luar lingkungan masing-masing. Anak-anak Jakarta harus sering keluar daerah untuk bisa mengerti dan melihat perbedaan secara komprehensif, mulai dari suku, agama, ras, golongan, kelas sosial.

"Dengan melihat keberagaman, kemajemukan, dan kekayaan yang ada di wilayah Indonesia, generasi muda bisa mengimplementasikan toleransi dan kompromi secara lebih riil dan nyata,” katanya.

Sementara itu, Gracia menjelaskan bahwa politik yang berdasarkan Pancasila adalah politik yang terpisah dan berjalan sejajar dengan agama. "Dengan ini diharapkan kehidupan berpolitik dan beragama bisa harmonis dan kondusif."

Sementara Egan mengatakan, tantangan untuk generasi millennials adalah kemajuan teknologi seperti internet dan media. Kata dia, hal itu bisa melengkapi anak-anak muda zaman sekarang untuk dapat bisa mengerti dan melaksanakan Pancasila.

"Sebaliknya, Pancasila bisa dijadikan pegangan dan prinsip dalam menghadapi derasnya kemajuan teknologi," tandasnya. [sam]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya