Berita

Ahmad Dhani

Politik

Bangsa Kelas Tempe, Sindiran Ahmad Dhani Untuk Pendukung Ahok

KAMIS, 06 APRIL 2017 | 07:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Musisi kondang Ahmad Dhani kembali merespon fenomena yang tengah terjadi di DKI Jakarta.

Dalam tulisan berjudul "Bangsa Kelas Tempe" yang diunggah di laman Facebook pribadi, pentolan Republik Cinta Manajemen ini menyinggung kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang didakwa melakukan penistaan agama, tapi justru mendapat dukungan membabi buta dari sekelompok orang yang dia sebut sebagai tempekers. Tempekers merupakan penyebutan dari Ahmad Dhani bagi kelompok yang memiliki pemikiran kelas tempe.

Dalam tulisan pendek itu, Dhani menyebut bahwa pembelaan yang dilakukan tempekers sudah melampaui batas akal sehat, bahkan sesekali menggunakan standar ganda ala Amerika Serikat.


Ia mencontohkan pernyataan tempekers yang menyebut Al Maidah 51 sudah tidak relevan di Pilgub DKI. Padahal, kata Dhani, tidak ada satupun pemuka agama lain yang menyatakan potongan ayat suci mereka sudah tidak berlaku.

"Tidak ada satupun pendeta pastur di Indonesia yang pernah menyatakan bahwa ada ayat di Injil yang sudah tidak berlaku. Never!," tegas Dhani.

Selain itu, Dhani juga merasa miris dengan para pembela Ahok, khususnya yang beragama muslim, karena memaksakan opini bahwa Ahok adalah gubernur Islami.

"Kasihan, menghamba kok sampai serendah itu," sindir mantan cawabup Bekasi itu.

Dhani juga memastikan klaim tempekers bahwa Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak pernah mendukung Ahok untuk Pilkada DKI.

"Bawa-bawa Gus Dur yang sudah wafat dan tidak ikut menyaksikan kesewenang wenangan Ahok pada rakyat kecil," ujar Dhani.

"Gusdur tidak pernah dukung Ahok untuk Pilkada DKI. Jangan bohongi rakyat, bawa-bawa tokoh yang sudah wafat," sambungnya.

Di akhir sajaknya, Dhani meminta tempekers untuk menyudahi segala kebodohan itu. Kata Dhani, Ahok harus masuk penjara dan temnpekers harus buktikan bukan lagi bangsa tempe.

"Jadilah juragan di negara sendiri. Buktikan anda bukan bangsa tempe!," pungkasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya