Berita

wiranto/net

Politik

Wiranto Minta Organisasi Bentukan Sukarno Ini Solid Kembali

RABU, 05 APRIL 2017 | 15:20 WIB | LAPORAN:

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (menkopolhukam) Wiranto menyesalkan adanya keretakan di dalam Dewan Harian Nasional Angkatan (DHN) 45. Keretakan yang dimaksud Wiroanto yakni terjadinya dualisme kepengurusan sehingga Musyawarah Nasonal Luar Biasa (Munaslub) terpaksa dilaksanakan.

"Beberapa tahun terakhir terjadi dualisme kepengurusan. Itu tidak boleh terjadi. Karena ini organisasi yang jd mercusuar atau prototipe panutan bagi organisasi lain, tidak bolehada dualisme kepengurusan," tegas Wiranto usai membuka Munaslub DHN ke 14 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu, (5/4).

Namun Wiranto enggan membeberkan lebih jauh mengenai dualisme kepengurusan atau kubu mana saja yang terbelah di DHN 45. Sejauh ini, DHN 45 dipimpin oleh Ketua Umum Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto. Kendati begitu, Wiranto yang juga purnawirawan TNI itu menginginkan agar melalui Munas ini, ditemukan kata mufakat untuk membangun kembali organisasi DHN 45.


"Segera harus kita selesaikan. Dengan kesadaran kedua belah pihak, kita fasilitasi maka hari ini puncak satu permufakatan, puncak perbincangan musyawarah yang panjang untuk bersatu kembali dalam Munas ke 14, menyatukan organisasi ini kembali solid, sehingga bisa mengambil langkah-langkah untuk menjadi bagian proses kesatuan bangsa," papar mantan panglima ABRI era Suharto itu.

Pembukaan Munas DHN 45 ke 14 dihadiri oleh beberapa purnawirawan TNI diantaranya Try Sutrisno, Agum Gumelar, Ramli Hasan Basri, Kiki Syahnakri dan Wakil Ketua MPR EE Mangindaan.

Untuk diketahui, Dewan Harian Nasional Angkatan 45 dibentuk oleh Presiden Soekarno di Istana Negara tahun 1960 sebagai tempat berkumpulnya tokoh-tokoh yang ikut serta mendirikan negara Indonesia pada kemerdekaan tahun 1945. Setelah para tokoh-tokoh ini wafat, DHN 46 tidak serta bubar, melainkan tongkat estafet diberikan kepada generasi penerus dari TNI untuk memelihara semangat pejuang dalam melawan penjajahan, didasari oleh kecintaan pada negara untuk membangun bangsa.[san]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya