Berita

Politik

Komisi II: Komisioner KPU Dan ASN Harus Bersinergi

SELASA, 04 APRIL 2017 | 05:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kalangan DPR menyoroti hubungan kerja yang buruk antara komisioner KPU dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) di berbagai levelnya. Tidak jarang ketegangan terjadi di antara keduanya.

Kapoksi Komisi II dari Fraksi Partai Nasdem Luthfi A. Mutty mengatakan kondisi ini berdampak pada hubungan kerja yang tidak sehat untuk sebuah lembaga negara.

"Persitegangan ini benar-benar terjadi. Komisioner yang terpilih tidak sejalan dengan ASN. Ini teknis di lapangan,” tutur Luthfi, Selasa (4/4).


Mantan Bupati Luwuk Utara ini mengutarakan, calon komisioner KPU selanjutnya harus mampu bertindak konstruktif terhadap persoalan tersebut. Konflik laten tersebut sangat berbahaya dan akan mempengaruhi kerja. Padahal kesuksesan KPU akan ditunjang dengan kerja birokrat yang selaras.

Selain itu, hobi komisioner KPU yang sering bolos kerja juga dikritik anggota DPR asal Sulawesi Selatan tersebut. Ada ketimpangan penegakan disiplin antara komisioner KPU dengan ASN di semua level KPU.

Setiap birokrat yang ketahuan terlambat, hukuman seperti pemotongan tunjangan, remunerasi, menunggu. Sebaliknya, komisioner KPU di daerah yang tidak disiplin justru tidak mendapatkan hukuman.

Luthfi mengaku, kasus indispliner dari komisioner KPU ini terus ia temukan di berbagai daerah saat melakukan reses.

"Saya berharap calon komisioner bisa menaruh perhatian di sana. Saya tunggu jawabannya atas persoalan tersebut, bagaimana pola hubungan yang baik yang akan dilakukan," imbuhnya.

Komisi II DPR RI melakukan fit and proper test calon komisioner KPU di Komplek DPR, Jakarta, Senin (3/4). Di hari pertama fit and proper test, Komisi II menguji empat calon, yang terdiri dari dua calon petahana, Arief Budiman dan Ferry Kurnia Rizkiyansyah, serta dua calon lainnya, Amus Atkana dan Evi Novida Ginting Manik. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya