Berita

Ade Komarudin/Net

Politik

Akom Berharap Tidak Ada Dualisme Lagi Di KWSI

SENIN, 03 APRIL 2017 | 07:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Ade Komarudin mengajak seluruh kader Krida Wanita Swadiri Indonesia (KWSI) untuk tetap solid bersatu dalam membangun perempuan Indonesia.

"Saya sebagai Ketum SOKSI mengajak agar tidak ada 2, 3 atau 4 KWSI, kita harus bersatu, solid dan semakin kuat," katanya dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VI KWSI di Hotel Kaisar, Jakarta, Minggu (2/4) malam.

Akom, begitu ia disapa, berharap usai Munas VI KWSI tidak ada lagi dualisme. Semua kader diimbau untuk tetap menjaga eksistensi dan kesolidan KWSI.


"Selaku Ketum SOKSI saya tidak bosan-bosannya untuk selau rapatkan barisan dan kita harus eksis dalam hal karya nyata kepada masyarakat dan jangan sampai kita terpecah atau terjadi dualisme di KWSI" ujarnya.

Lebih lanjut Akom menegaskan bahwa KWSI harus lebih memfokuskan diri bekerja untuk masyarakat, seperti memberdayakan kaum perempuan dan anak-anak.
      
"Kita harus bijaksana dalam bertindak. Ke depan fokus mengabdikan diri kepada masyarakat terutama kaum perempuan dan anak-anak," kata Akom.
    
Sebelumnya telah terjadi dualisme kepemimpinan di KWSI yakni yang dipimpin oleh Tyas Indyah Iskandar dan pimpinan Ambar Junarti Suhardi.

Sementara Munas KWSI kali ini mengambil tema "Revitalisasi dan Redinamisasi Wanita Swadiri Indonesia" untuk mempersatukan dualisme yang selama ini telah terjadi..

Adapun acara Munas VI KWSI dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perindungan Anak, Yohana Yembise, Ketua Umum Korps Wanita Indonesia (KOWANI), Giwo Rubianto, Ketua Harian Dewan Pembina SOKSI, Bobby Suhardiman, Tokoh Senior SOKSI Thomas Suyatno, dan para pimpinan KWSI Tyas Indyah Iskandar serta Ambar Junarti Suhardi. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya