Berita

Sandiaga Uno/Net

Politik

Alasan Sandiaga Uno Tidak Hadiri Debat Malam Ini

MINGGU, 02 APRIL 2017 | 22:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pasangan calon gubernur nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno memastikan akan menghadiri acara debat yang digelar salah satu stasiun televisi swasta yang digelar malam ini, Minggu (2/4).

Hanya saja, permintaan agar penyelenggara mengubah format debat tidak digubris penyelenggara. Sehingga, pasangan Anies-Sandi batal hadir dalam acara yang dipandu Rosiana Silalahi itu.

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menjelaskan bahwa format debat yang menghadirkan pendukung dan menggunakan yel-yel akan menambah suasana di masyarakat bertambah panas.


"Memang saya yang minta, debat-debat ini memicu lebih banyak mudaratnya dari segi di bawah (masyarakat) itu tambah panas gitu," kata Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, dirinya telah hadir di debat sebanyak tujuh kali. Format debat yang menghadirkan pendukung, menggunakan yel-yel, dan saling menjelek-jelekkan, kata Sandiaga tidak akan mendidik masyarakat.

"Debat yang model seperti itu bukan budaya Indonesia, saling menjelek-jelekkan, Pak Anies lagi bicara diganggu-ganggu oleh pendukung pihak lain, saling sahut menyahut. Menurut saya itu akan memicu tambah panasnya di bawah," ungkapnya seperti diberitakan RMOLJakarta.

Sandi menjelaskan bahwa pihaknya menghendaki adanya format debat yang lebih santai dan sesuai dengan nilai luhur bangsa Indonesia. Salah satunya debat digelar dengan format talkshow dan duduk di sofa.

"Jadi kita adu gagasan tanpa harus adu yel yel, tanpa harus adu siapa yang lebih besar pendukungnya, siapa yang suaranya lebih keras," ungkap Sandiaga.

Keinginan ini sudah disampaikan konsultan politik Anies - Sandi, yakni Eep Saifullah Fatah ke pihak stasiun televisi penyelenggara debat. Tapi, permintaan itu tidak diindahkan dan akhirnya pasangan Anies-Sandi tidak hadir.

"Jadi itu yang saya pesankan ke pak konsultan, pak Eep, tolong disampaikan ini," pungkasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya