Berita

wayang/rmol

Nusantara

Pagelaran Wayang di Desa Tlogoagung Bojonegoro Disambut Antusias Masyarakat

MINGGU, 02 APRIL 2017 | 05:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pagelaran kesenian tradisional Wayang Kulit di Desa Tlogoagung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada Sabtu (1/4) malam disambut sangat antusias oleh warga Desa Tlogoagung dan desa-desa lainnya  di Kecamatan Baureno.

Ratusan penggemar wayang kulit berbondong-bondong menuju halaman rumah Kepala Desa Tlogoagung, tempat pagelaran wayang kulit itu berlangsung. Sekitar 250 tempat duduk yang disediakan panitia  tak mampu menampung penonton yang membludak. Sehingga lebih banyak penonton harus berdiri di luar tenda.

"Saya sudah beberapa kali menghadiri pagelaran seni budaya sebagai salah satu metode sosialisasi Empat Pilar, tapi saya penonton di sini lebih banyak," kata Wakil Sekjen MPR Selfie Zaini dalam sambutannya selaku pelaksana pagelaran wayang.


Pemanfaat seni budaya sebagai salah satu metode sosialisasi Empat Pilar, kata Selfie Zaini, dinilai lebih efektif karena banyak sekali penggemarnya. Selain itu, pagelaran seni budaya adalah merupakan  bentuk konkret dari upaya MPR dalam mereaktualisasi seni  budaya tradisional.

"Pertunjukan wayang kulit  jarang diselenggarakan di desa kami. Karena itu masyarakat kami menyambut sangat antusias pagelaran ini, terutama dari kalangan tua-tua," ungkap Selfie.

Bukan hanya itu, pagelaran yang diselenggarakan di desa paling timur di Kabupaten Bojonegoro ini, juga mendatangkan berkah buat para pedagang berbagai jenis makanan dan minuman, serta bermacam-macam mainan anak-anak. Mereka membuka lapak di sisi kanan kiri jalan menuju ke lokasi pagelaran wayang tersebut.  

Pagelaran wayang kulit ini menampilkan lakon "Srikandi. Kridha" dengan dalang Ki Sigit Ariyanto dari Rembang, Jawa Tengah. Acara ini dibuka secara resmi oleh Pimpinan Fraksi PKB MPR Anna Mu'awanah ditandai dengan penyerahan tokoh wayang Srikandi kepada dalang Ki Sigit Ariyanto.

Anna Mu'awanah dalam sambutannya menyatakan, untuk pagelaran wayang di Desa Tlogoagung ini memang sengaja dipilih lakon Srikandi. Karena, Kepala Desa Tlogoagung yang menjadi tuan rumah pagelaran ini adalah seorang perempuan, maka oleh dalang dipilihlah lakon Srikandi Krida. Alasannya, dalam membangun tatanan desa, kecamatan, kabupaten, atau lain sebagainya harus melibatkan seluruh masyarakat, tanpa pandang bulu.

Wayang menurut Mu'awanah, mengandung tiga unsur, yakni sebagai tontonan, sebagai tuntunan, dan sebagai tatanan berkehidupan. Pagelaran wayang ini sekaligus juga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat kecil.[san]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya