Berita

prabowo/net

Politik

Prabowo Subianto: Kalau Ada Yang Ditangkap, Akan Muncul Tokoh-Tokoh Lainnya

MINGGU, 02 APRIL 2017 | 03:39 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menegaskan dirinya tidak akan pernah memimpin aksi makar.

"Nanti saya pimpin joget. Prabowo tidak akan pimpin makar," tegas Prabowo di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Sabtu (1/4)

Mantan Danjen Kopasus itu pun meminta kepada buruh yang hadir untuk mendukung pasangan Anies-Sandi agar tidak terlibat aksi makar. Pasalnya, Prabowo mengingatkan memakzulkan kekuasaan yang sah tidak dibenarkan oleh hukum. Lebih baik, kata Prabowo melakukan aksi yang mempersatukan seluruh masyarakat Indonesia.


"Yang jelas tegas di sini kita tidak boleh makar sama sekali. Nanti saya dibilang suruh makar lagi, damai ya. Aksi damai, sejuk, mempersatukan, bukan memecah belah, tapi membibit ke arah kebaikan bukan ke arah yang tidak baik," lanjut Prabowo.

Menyinggung masalah makar yang sedang ramai dibicarakan akhir-akhir ini, Prabowo pun angkat bicara. Menurut mantan pangkostrad tersebut membela hak-hak rakyat dan membela keadilan tidak bisa dikategorikan makar.

"Keinginan saya membela hak-hak rakyat, menegakkan dan membela keadilan tidak bisa dibilang makar‎. Selama sejarah manusia, tidak pernah ketidakadilan menang, pasti keadilan menang. Yang menang adalah yang membela keadilan‎," kata Prabowo

Menurut Prabowo, masyarakat Indonesia sekarang ini sudah cerdas. Masyarakat Indonesia ‎tidak dapat dibeli dengan uang dan diancam. Oleh karena itu ia yakin masyarakat nanti akan memilih pemimpin dengan baik.

"Kalau tokoh-tokoh di sini ditangkap semuanya, akan muncul tokoh-tokoh lainnya," demikian Prabowo.[san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya