Berita

RMOL

Politik

Golkar Masifkan Sosialisasi Program Islami Petahana

SABTU, 01 APRIL 2017 | 23:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Golkar masif menyosialisasikan program pro masyarakat muslim yang dijalankan pasangan calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).

"Banyak sekali bukti bahwa program pak Basuki-Djarot paling memihak pada umat Islam, sehingga Golkar dan warga muslim DKI mendukung nonor urut dua pada Pilkada DKI," jelas Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Indonesia I Nusron Wahid dalam Pengajian Partai Golkar di Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu malam (1/4).

Dalam acara itu, Nusron secara khusus mengajak dialog ustadz dan guru ngaji yang akan diberangkatkan umroh oleh pasangan petahana itu. Mereka yakni Rohani (guru ngaji), Ustadz Lukman Azis (imam musholah), Ustadz Syarifudin (imam musholah), dan Tatik Maryati (ustazhah majelis taklim).


Sekitar 480 orang yang hadir dalam acara pengajian itu adalah dari relawan dan saksi Golkar yang akan diterjunkan di TPS pada hari pencoblosan 19 April nanti serta dari kalangan masyarakat di Kecamatan Tebet. Hadir juga Ketua DPD II Golkar Jakarta Selatan Ikhsan Ingratubun dan pengurus Golkar tingkat kecamatan.

Nusron menjelaskan, salah satu program pro Islam yang menjadi komitmen Ahok-Djarot adalah memberangkatkan umroh para pengurus masjid, imam masjid, marbot masjid, guru mengaji, muadzin, serta para pengurus jenazah.

"Dalam lima tahun nanti 10 ribu total orang yang akan diumrohkan. Dengan demikian, ibadah umroh tidak hanya bisa dilakukan orang-orang kaya saja. Bukan orang yang rumahnya gmeung saja yang umroh tiap tahun, tapi juga masyarakat dan pengurus masjid supaya adil," bebernya.

Selain itu, Nusron juga menyampaikan bahwa para pengurus masjid, ustadz, guru ngaji, dan yang memandikan jenazah juga akan mendapat tambahan gaji atau honir bulanan dari Ahok-Djarot. Dengan demikian, bukan hanya KJP dan KJS yang terus dijalankan, tapi juga pengurus masjid juga disejahterakan dan diperhatikan.

"Makanya tidak ada salahnya kalau partai Golkar mencalonkan nomor dua pada Pilkada DKI karena terbukti mempunyai keberpihakan pada agama Islam. Buktinya lagi apa? Seumur-umur kita punya gubernur, enggak pernah punya masjid di balaikota, tapi baru pada masa Basuki-Djarot ada masjid megah di balai kota bernama masjid Fatahillah. Ini menandakan pak Basuki meskipun belum beragama Islam tapi hatinya Islami," jelasnya.

Anehnya, program yang sudah pro masyarakat Islam seperti ini masih diganggu dan diteror oleh orang yang ingin melanggengkan korupsi. Caranya dengan menuduh orang yang mendukung Ahok-Djarot sebagai orang kafir.

"Seolah mereka paling benar dan paling memiliki agama Islam sendiri," tegas Nusron. [wah]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya