Berita

Net

Politik

Tuding Mahasiswa Ingin Makar, Polisi Berlebihan

SABTU, 01 APRIL 2017 | 16:40 WIB | LAPORAN:

Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) menyayangkan penangkapan dan penahanan empat kadernya terkait tuduhan makar.

Anggota tim advokasi Fokal IMM M. Ihsan mengatakan, tuduhan pemufakatan makar terhadap mahasiswa yang hanya ingin melakukan unjuk rasa terlalu berlebihan.

"Polisi berlebihan, lebaylah namanya. Masak menyiapkan demo dibilang makar," ujarnya kepada wartawan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok (Sabtu, 1/4).


Menurut Ihsan, keikutsertaan mahasiswa dalam Aksi 313 bukan hal terlarang. Sebab, setiap warga negara berhak untuk menyampaikan aspirasi. Apalagi, mahasiswa kader IMM yang ditangkap tidak memiliki kekuatan apapun untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

"Apa sih kekuatan mahasiswa buat negara ini terguling, kecuali gerakan satu juta mahasiswa. Ini cuma empat orang. Bagaimana mereka bisa menggulingkan negara," katanya.

"Kalau adik-adik ini mempersiapkan demo 313 dibilang kriminal, salah. Sering mahasiswa menggerakkan demo, apa itu disebut makar. Demo kemarin (sebelumnya) saja tidak ada yang ditangkap, kenapa kali ini ditangkap," jelas Ihsan menyesalkan.

Diketahui, polisi mengamankan empat mahasiswa kader IMM atas dugaan pemufakatan makar pada Jumat kemarin (31/3). Mereka yang ditangkap adalah Presiden Asean Muslim Student Association (AMSA) sekaligus kader IMM Zainuddin Arsyad, mantan Ketua Umum DPP IMM Beni Pramula, mantan Sekjen DPP IMM Ferry, dan Sekretaris Bidang Hubungan Luar Negeri DPP IMM Eka Pitra. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya