Berita

Romi/Net

Politik

Romi Imbau Semua Pihak Hormati Sidang Penistaan Agama Ahok

SABTU, 01 APRIL 2017 | 01:48 WIB | LAPORAN:

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyerahkan urusan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada proses pengadilan.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy juga meminta kepada semua pihak untuk tidak mendahului vonis pengadilan dengan mengatakan bahwa Ahok merupakan seorang penista agama.

"Begini, pengadilan berjalan secara imparsial, tidak berpihak kepada satu golongan yang lainnya. Tetapi melihat bahwa peradilan berjalan secara paripurna sebagai proses litigasi yang akan nanti mengambil vonis mungkin diperkirakan pada sekitar bulan Mei," jelasnya kepada wartawan di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, Jum'at (31/3).


Meski demikian, pria yang akrab disapa Romi ini memastikan bahwa partai yang dipimpinnya terus berupaya memonitor jalannya kasus yang banyak menyita perhatian publik tersebut, agar proses pengadilan yang berjalan memuaskan seluruh pihak.

"Antara lain memastikan saksi-saksi baik dari pihak yang mendukung maupun yang tidak setuju agar semuanya bersaksi secara jujur, sesuai sumpahnya dan semuanya bertanggung jawab secara profesional terhadap kesaksiannya," urainya.

PPP, lanjutnya, tidak ingin mempolitisasi kasus tersebut. PPP menghormati proses litigasi hukum yang tengah berjalan. Romi menilai bahwa proses hukum dan proses politik merupakan dua hal yang terpisah.

"Proses hukum sudah berjalan, kita hargai, tidak perlu hakim juga merasa diintimidasi oleh salah satu pihak atau mungkin malah dua pihak. Kita harus memberikan kepercayaan dengan mendorong para pelapor maupun terdakwa menghadirkan saksi-saksi masing-masing. Karena di situlah arena yang paling bermartabat dari seseorang di hadapan hukum RI untuk mempertahankan hak-haknya secara hukum," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya