Berita

zakir naik/net

Politik

Dituduh Mendanai Jaringan Terorisme, Ini Kata Zakir Naik

JUMAT, 31 MARET 2017 | 20:03 WIB | LAPORAN:

Ulama kondang asal India, Zakir Naik angkat bicara soal tuduhan teroris dan menjadi penyalur bantuan dana untuk jaringan teroris yang dilekatkan pada dirinya. Menurut Zakir, pemerintah India menuduhnya tanpa dasar.

"Apa yang mereka lakukan adalah untuk menuduh Zakir melakukan teroris. Dia adalah pelaku pencucian uang, langkah seperti ini yang dilakukan pemerintah India untuk mencegah Zakir melakukan dakwah," kata Zakir saat menyambangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Jumat (31/3)

Zakir pun menegaskan jika pemerintah India sedang melakukan pembohongan publik dan menurut dia itu adalah perbuatan yang jahat.


"Ada salah satu stasiun TV, pada satu stasiun TV terdapat 200 juta penonton, lalu yang dilakukan pemerintah, saya dituduh melakukan terorisme. Mereka membohongi publik apa yang saya lakukan adalah suatu kejahatan," tambah Zakir.

Zakir pun menyayangkan tuduhan yang membuat dirinya dilarang berdakwah di India. Namun demikian, Zakir menegaskan karena tuduhan tersebut tidak pernah bisa dibuktikan, pemerintah suatu negara tidak bisa mencegahnya melakukan dakwah.

"Sebagai contoh pemerintah India, mereka tidak bisa mencegah Zakir Naik melakukan dakwah. Orang juga tidak pernah mengurangi substansi dakwah yang saya berikan," demikian Zakir. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya