Berita

M. Romahurmuziy/RMOL

Politik

Romahurmuziy Rangsang Mahasiswa IAIN Tulungagung Jadi Pengusaha

JUMAT, 31 MARET 2017 | 14:51 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy menyampaikan kuliah umum bertajuk "Kebijakan Ekonomi Dalam Pembangunan Industri Umat" di hadapan ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung di Aula IAIN Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (31/3).

Rektor IAIN Tulungagung Dr. Maftukhin menyampaikan terima kasihnya kepada pria yang akrab disapa Romi itu karena bersedia hadir memberikan kuliah umum di hadapan para anak didiknya.

"Saya mengucapkan selamat datang kepada Pak Romahurmuziy dan ibu. Kita akan mendapatkan informasi yang utamanya terkait ekonomi nasional, ekonomi kerakyatan dan sebagainya. Ini sangat penting dipahami oleh mahasiswa," ujarnya.


Sang Rektor pun mempersilahkan Romi untuk menyampaikan kuliah umumnya. Dalam pemaparannya, Romi mengajak semua kaula muda untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaannya atau enterpreneurship sebagai mana yang dilakukannya. Dimana sejak kuliah, Romi yang yang kesehariannya hanya cukup untuk makan seadanya dan kuliah harus memutar otak untuk membeli jajan.

Ketika itu, Romi mengawali karir wirausahawan dengan penjual kaset, menjual alat kesehatan, kemudian menjadi pengusaha batu bara dan pemilik salah satu perusahaan rokok yang karyawannya berjumlah 2 ribuan orang.

"Saya sharing tentang kewirausahaan dan saya menceritakan terutama tentang kehidupan saya sendiri sampai menjadi politisi dan juga merangkap pengusaha. Saya memilih triple track, ya pengusaha, politisi intelektual dengan berbagi di kampus-kampus," kata Romi usai acara.

Menurutnya, kewirausahaan ini adalah hal yang perlu terus ditularkan, dan perlu terus dimotivasikan karena tingkat kewirausahaan di Indonesia itu masih sangat rendah.

"Dan salah satu ciri negara yang sudah advance ekonominya adalah negara yang banyak usaha di kalangan masyarakat nya. Kalau kita tidak menumbuhkan wirausahawan baru, maka akan sulit untuk menjadikan ekonomi Indonesia melompat," jelasnya.

Diakuinya bahwa saat ini memang Indonesia sudah masuk dalam negara urutan ke-16 ekonomi terbesar di dunia. Namun ranking itu menurutnya masih sangat jauh jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang masuk peringkat 4 besar dunia.

"Masih jauh. Makanya perlu kita untuk tingkatkan ekonomi kita, salah satunya adalah dengan meningkatkan nilai tambah yang dihasilkan oleh para wirausahawan," tandasnya.

Dalam banyak cara menurut dia yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ekonomi bangsa. Salah satunya adalah seperti fenomena terkini tentang sharing economy yang dilakukan oleh transportasi berbasis aplikasi online.

"Dia menimbulkan peluang, karena setiap pengusaha yang dilahirkan dari konsep ekonomi berbagi ini adalah manusia-manusia biasa yang sebelumnya mungkin tidak berwira usaha, yang tadinya mungkin orang kantoran yang mobilnya nganggur bisa buat cari uang, sehingga memberikan ruang bisnis kepada masyarakat," paparnya.

Namun sayang, perkembangan ekonomi yang berbasis teknologi tersebut tidak dibarengi dengan aturan yang mempuni sehingga menimbulkan ketegangan di kalangan masyarakat. Utamanya antara driver angkutan online dengan driver angkutan konvensional.

"Karena itu pemerintah harus rekonsiliasi, harus mengadaptasi sejumlah peraturannya agar bisa menerima sejumlah perkembangan yang tidak terhindarkan ini," pungkas Ketua Umum PPP ini. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya