Berita

Bisnis

Airbus Helicopters Dan PTDI Kembangkan Kerjasama Industri

RABU, 29 MARET 2017 | 18:31 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Berlandaskan kemitraan yang telah terjalin selama 40 tahun, Airbus Helicopters dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mengembangkan kerja sama industrinya sehingga mencakup dukungan dan layanan bagi armada helikopter pemerintah Indonesia.

Pagi tadi, perjanjian tersebut ditandatangani oleh CEO Airbus Helicopters, Guillaume Faury, dan Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, disaksikan oleh Menteri Negara untuk Industri Perancis, Christophe Sirugue.

Dalam perjanjian ini, Airbus Helicopters dan PTDI akan bersama-sama mengembangkan kemampuan dukungan dan layanan lokal yang mencakup pemeliharaan, reparasi dan overhaul, dan secara spesifik ditujukan bagi armada Airbus Helicopters yang terus bertumbuh dan dioperasikan oleh pemerintah Indonesia.


"Indonesia memainkan peran yang amat penting dalam tapak industri global Airbus Helicopters. Pengembangan kerjasama dengan mitra terpercaya yang telah lama bekerjasama dengan kami ini mencerminkan komitmen berkelanjutan kami untuk berinvestasi di industri kedirgantaraan Indonesia,” ujar CEO Airbus Helicopters, Guillaume Faury, dalam keterangan tertulis.

Dirut PTDI, Budi Santoso, mengaku sangat antusias untuk mengawali perjalanan baru bersama Airbus Helicopters. Kesepakatan ini memungkinkan PTDI untuk menawarkan rantai nilai yang lengkap di Indonesia bagi TNI.

"Kami juga senang dapat menjadi bagian dari kerjasama yang semakin kuat ini, yang akan membantu mengembangkan kompetensi teknis Indonesia dalam pemeliharaan helikopter," tambahnya.

Kesepakatan bersama ini merupakan hasil dari memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani dua tahun lalu. Berbagai perkembangan telah dicapai menyusul penandatanganan MoU tersebut, termasuk kegiatan pemeliharaan yang telah berhasil dilakukan di Indonesia bagi Helikopter Kepresidenan, Super Puma, dengan dukungan yang didedikasikan oleh Airbus Helicopters Indonesia.
 
Dalam kurun waktu dua tahun tersebut, PTDI telah menjalankan reorganisasi proses mereka secara masif untuk mengkonsolidasi seluruh kegiatan dukungan dan layanan di bawah satu atap. BUMN strategis itu juga akan diakui sebagai pusat penyelesaian dan pelayanan Airbus Helicopters, apabila telah berhasil melalui audit kualitas dan keamanan.

Kerjasama yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara Airbus Helicopters dan PTDI ini dimulai pada tahun 1970-an, dengan lisensi yang diberikan kepada PTDI untuk produksi helikopter NBO-105.

Saat ini, kedua perusahaan tersebut menjalankan kerja sama untuk 11 tipe helikopter berbeda, yaitu H225M, H215M, AS565 MBe Panther, AS365 N3+, H135, Fennec (AS550, AS555 dan AS350), dan juga pada platform yang sudah ada terlebih dahulu seperti NAS330, NSP332 dan NBO-105, untuk untuk armada Kepresidenan Indonesia, TNI AU, TNI AD, TNI AL, POLRI, Basarnas, dan pusat pelatihan STPI; mendukung pelaksanaan berbagai misi operasional. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya