Berita

Jokowi/Net

Politik

Pernyataan Dan Sikap Jokowi Di Sumut Membuktikan Dia Tak Pantas Jadi Pemimpin

SENIN, 27 MARET 2017 | 10:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pernyataan, sikap serta perilaku Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke Sumatera Utara tepatnya di Barus, Tapanuli Tengah dan Panyabungan, Mandailing Natal pada Sabtu kemarin (25/3) terus menuai kritik, bahkan kecaman.

Saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Barus, Jokowi mengingatkan harus dipisahkan politik dan agama. Jangan sampai dicampuradukkan. Sementara di Panyabungan dia melempari hadiah kepada warga dari atas mobil yang sedang berjalan.

Anggota Komisi III DPR  HR Muhammad Syafii mengungkapkan apa yang disampaikan Jokowi tersebut menunjukkan yang bersangkutan sama sekali tidak memahami politik dan agama.


"Bahwa politik dalam bacaan yang besar, itu kan bermakna kekuasaan atau cara. Sedangkan agama dalam konteks Islam, itu adalah sistem kehidupan termasuk di dalamnya politik," jelasnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL pagi ini.

Menurutnya, apa yang disampaikan Presiden tersebut bisa bermakna jauhkan politik dari agama. Dan itu berdampak pada pemahaman, jangan laksanakan agama di bidang politik.

"Itu berarti pendangkalan pemahaman dan akidah Islam. Statement ini sungguh menggambarkan sikap sebenarnya saudara Jokowi terhadap agama, khususnya Islam," jelas politikus Gerindra ini.

Sedangkan insiden pelemparan hadiah, dia menambahkan, menunjukkan Jokowi bukan seorang pemimpin. Tapi seperti turis.

"Kalau dia seorang pemimpin, dia harus menyambangi rakyat yang mengelukan-elukannya di sepanjang perjalanan. Kalau tidak bisa, dia harus melambaikan tangan atau tangan menghormat," sambung legislator asal Sumut 1.

Dia mengatakan Jokowi seperti turis asing karena pelancong asal luar negeri kerap memandang rakyat Indonesia lebih rendah dari mereka. Karena itu mereka terbiasa melemparkan sesuatu dari mobil yang sedang berjalan, agar rakyat yang dipandang rendah itu memperbutkan apa yang dilemparkan turis tersebut.

"Bahkan turis lokal, biasanya juga melemparkan makanan dan minuman ke pinggir jalan. Karena di pinggir jalan itu banyak monyet atau kera yang menadahkan tangan. Misalnya ke Brastagi, Sumut atau Maninjau, Sumbar. Itu di kiri kanan banyak monyet. Jadi beli jagung, kacang. Turis senang ketika menyaksikan monyet berebutan," sindirnya.

Dengan melihat pernyataan dan perilaku tersebut, legislator yang akrab disapa Romo Syafii ini menilai Jokowi sebenarnya tidak pantas menjadi pemimpin Indonesia. [zul]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya